USK dan PUPR Aceh Kolaborasi Audit Jembatan serta Jalan di Seluruh Aceh

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (FT USK) untuk melakukan audit dan evaluasi kondisi teknis jembatan serta infrastruktur jalan di seluruh wilayah Aceh.

Kolaborasi tersebut diawali dengan peninjauan lapangan di Jembatan Cot Iri, Kabupaten Aceh Besar, pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kualitas, keamanan, dan keberlanjutan infrastruktur transportasi di Aceh.

Audit tersebut merupakan bagian dari program yang dibiayai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Reguler APBA Tahun 2026. Fokus kegiatan meliputi survei kondisi jembatan dan mitigasi risiko kelayakan struktur sebagai dasar penyusunan rekomendasi teknis untuk pemeliharaan maupun perbaikan infrastruktur.

Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir. Mawardi, ST., mengatakan survei menyeluruh sangat penting untuk menghasilkan rekomendasi teknis yang akurat sekaligus menyusun strategi mitigasi risiko terhadap infrastruktur.

“Hasil evaluasi lapangan akan menjadi acuan utama pemerintah dalam menentukan bentuk penanganan yang tepat sehingga umur layanan operasional jembatan dapat dipertahankan sesuai dengan perencanaan awal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, audit tidak hanya dilakukan pada Jembatan Cot Iri, tetapi akan dilaksanakan secara bertahap terhadap seluruh jembatan di Aceh dengan mengutamakan infrastruktur yang memiliki tingkat kepentingan tinggi bagi mobilitas masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan menggunakan skema Kontrak Swakelola Tipe II yang dinilai mendukung proses pengujian teknis secara efektif, transparan, dan akuntabel. Selain pemeriksaan fisik jembatan, tim juga melakukan evaluasi kondisi jalan menggunakan sistem Provincial Road Management System (PKRMS) guna mendukung pengelolaan jaringan jalan yang berkelanjutan.

Guru Besar Rekayasa Jalan Raya dan Sistem Transportasi FT USK, Prof. Dr. Ir. Sofyan M. Saleh, M.Sc.Eng., IPU., ASEAN Eng., menyambut baik kepercayaan yang diberikan Pemerintah Aceh kepada kalangan akademisi dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah.

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi langkah penting dalam menghadirkan solusi berbasis kajian ilmiah terhadap berbagai persoalan pembangunan.

“Keterlibatan akademisi menjadi bagian penting dalam memastikan setiap rekomendasi teknis disusun berdasarkan kajian ilmiah yang objektif sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan infrastruktur Aceh,” katanya.

Dalam pelaksanaan audit, FT USK menerjunkan tim multidisiplin yang dikoordinasikan oleh Dr. Rudiansyah, ST., MT., serta melibatkan sejumlah pakar, tenaga laboratorium, dan mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik di lapangan.

Pemeriksaan teknis mencakup berbagai komponen utama jembatan, mulai dari gelagar (girder), sambungan material, sistem perletakan, hingga identifikasi potensi korosi dan retak struktur. Seluruh hasil evaluasi nantinya akan dirangkum dalam laporan komprehensif yang memuat rekomendasi pemeliharaan maupun perbaikan sebagai bahan pertimbangan pemerintah pada tahun anggaran berikutnya.

Selain audit kondisi fisik, tim USK juga dipercaya menjadi bagian dari core team untuk melakukan design review terhadap sejumlah perencanaan pembangunan jalan dan jembatan di Aceh guna memastikan setiap proyek memenuhi standar keselamatan, ketahanan struktur, serta efisiensi anggaran.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News