NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dampak bencana alam hidrometeorologi yang melanda Provinsi Aceh sejak awal 2026 kian meluas. Hingga Jumat (9/1/2026) pukul 17.00 WIB, tercatat 544 orang meninggal dunia dan lebih dari 2,5 juta jiwa terdampak di 18 kabupaten/kota.
Dihimpun Nukilan.id dari data resmi Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh Tahun 2026, jumlah warga terdampak mencapai 670.842 kepala keluarga (KK) atau 2.583.376 jiwa. Selain korban meninggal, tercatat 31 orang hilang, 4.939 orang luka ringan, dan 474 orang luka berat.
Data tersebut dilaporkan oleh Pusat Informasi dan Media Center Komdigi (Doc Rachmad Yuliadi Nasir) di Banda Aceh.
Bencana ini juga memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Hingga laporan terakhir, terdapat 1.008 titik pengungsian yang menampung 56.777 KK atau 214.084 jiwa.
Kerusakan infrastruktur publik tercatat signifikan. Sebanyak 227 gedung atau kantor dilaporkan rusak, disusul 641 rumah ibadah, 149 fasilitas kesehatan, dan 1.710 fasilitas pendidikan yang terdampak.
Sektor transportasi turut mengalami kerusakan berat. Tercatat 1.593 ruas jalan dan 468 unit jembatan mengalami kerusakan, menghambat akses distribusi logistik dan mobilitas warga di sejumlah wilayah.
Kerugian juga meluas pada harta benda dan sektor pertanian. Sebanyak 148.339 unit rumah dilaporkan rusak. Selain itu, 63.187 ekor ternak terdampak, 56.652 hektare sawah, 100.376 hektare kebun, serta 29.785 hektare tambak mengalami kerusakan.
Pihak berwenang menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring dengan pembaruan data di lapangan serta perkembangan kondisi bencana di berbagai daerah terdampak. (XRQ)
Reporter: Akil










