NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) kembali menegaskan komitmennya terhadap pemerataan akses pendidikan tinggi dengan menyalurkan beasiswa senilai total Rp4.672.000.000 kepada 178 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2025/2026.
Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk pembebasan biaya pendidikan penuh, mencakup Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP). Bantuan ini diberikan secara berkelanjutan sesuai masa studi normal mahasiswa, yakni empat tahun untuk program sarjana dan tiga tahun untuk program diploma.
Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh, Dr. Aslam Nur, M.A., menyampaikan bahwa program Beasiswa Unmuha merupakan bagian dari visi besar kampus dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
“Unmuha berkomitmen penuh untuk meruntuhkan hambatan-hambatan yang menghalangi putra-putri terbaik bangsa dalam meraih cita-citanya. Dengan semangat inklusivitas ini, kita ingin memastikan bahwa keberagaman latar belakang ekonomi maupun sosial tidak menjadi penghalang bagi siapa pun untuk tumbuh, berkembang, dan berkontribusi di kampus tercinta ini,” ujar Rektor Unmuha dalam keterangannya yang diterima RRI Selasa (13/1/2026).
Ia menegaskan, beasiswa ini tidak hanya dimaknai sebagai bantuan finansial, melainkan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Aceh.
“Ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata komitmen Unmuha agar pendidikan tinggi dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berdampak bagi kemajuan daerah,” kata Aslam.
Menurutnya, sasaran utama program beasiswa tahun ini adalah mahasiswa yang memiliki potensi akademik namun terkendala secara ekonomi, sehingga hambatan finansial tidak lagi menjadi alasan untuk menghentikan pendidikan mereka di bangku perguruan tinggi.
Sebagai perguruan tinggi di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Aceh yang berlokasi di Banda Aceh terus menjalankan tridarma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—berlandaskan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

