NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyalurkan 1.600 paket daging meugang dan 400 paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di sekitar kampus. Bantuan tersebut merupakan dukungan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) sebagai bentuk solidaritas sosial lintas negara.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Banda Aceh, Selasa (17/2/2026), dihadiri Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman bersama perwakilan Mohamed Bin Zayed University for Humanities, Mohamed Alnaqbi.
Rektor UIN Ar-Raniry menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan Pemerintah UEA dalam program Ramadan tersebut.
“Ini merupakan tahun ketiga kami menerima bantuan Ramadhan dari Pemerintah UEA. Kami sangat bersyukur atas kepedulian dan dukungan yang diberikan,” kata Prof Mujiburrahman di Banda Aceh, Selasa (17/2/2026), dikutip dari ANTARA.
Bantuan berasal dari hadiah Pemerintah UEA melalui Zayed for Good Foundation serta kerja sama dengan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya bernilai materi, tetapi juga mencerminkan persaudaraan umat Islam lintas negara.
“Bantuan ini tidak hanya bernilai materi, tetapi juga mencerminkan kebersamaan dan solidaritas sesama Muslim. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Sebanyak 1.600 paket meugang berasal dari pemotongan 18 ekor sapi. Selain itu, kampus juga menyalurkan 400 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
UIN Ar-Raniry turut menyiapkan 2.000 paket iftar setiap hari selama Ramadan di lingkungan kampus. Sebanyak 1.000 paket juga disalurkan di Masjid Raya Baiturrahman dan 500 paket untuk Dayah Mahyal Ulum Sibreh selama tiga hari Ramadan.
Koordinator Pusat Kerohanian dan Moderasi Beragama UIN Ar-Raniry, Dr Muqni Affan, mengatakan bantuan didistribusikan kepada anak yatim dan fakir miskin di lima gampong sekitar kampus, yakni Rukoh, Blang Krueng, Tanjung Selamat, Barabung, dan Limpok. Bantuan juga menyasar tenaga kebersihan, petugas keamanan, sopir, pengurus masjid, mahasiswa, serta tenaga pendidik dan kependidikan.
Selain pembagian bantuan, kampus juga menggelar program iftar jama’i (berbuka bersama) yang dipusatkan di auditorium selama satu bulan penuh.
“Kegiatan serupa juga berlangsung selama tiga hari di Masjid Raya Baiturrahman dan tiga hari di Dayah Mahyal Ulum Sibreh,” demikian Dr Muqni Affan.
Program tersebut memperkuat tradisi meugang yang telah mengakar di Aceh sekaligus menghadirkan semangat kebersamaan global dalam menyambut bulan suci Ramadan.


