NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan data terbaru jumlah pengungsi bencana di Sumatra. Hingga saat ini, tercatat masih ada 171 orang yang tinggal di tenda pengungsian, seluruhnya berada di Provinsi Aceh.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito dalam konferensi pers terkait percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra yang digelar di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Tito menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mengklaim seluruh pengungsi telah keluar dari tenda.
“Presiden tidak menyampaikan bahwa seluruh daerah bencana tidak ada lagi yang di tenda. Tidak. Disampaikan bahwa mendekati 100% itu yang tidak di tenda,” kata Tito.
Ia menjelaskan, dari total 2.107.941 jiwa pengungsi pada 2 Desember 2025, kini tersisa 171 jiwa atau sekitar 0,008 persen yang masih berada di tenda.
“Bagaimana kita menghitungnya ya hitungannya 171 orang (pengungsi) saat ini dibagi 2,1 juta saat 2 Desember data saat pengungsi. Itu kurang lebih 0,008%, sehingga bisa dikatakan 99,99% tidak ada lagi di tenda. Makanya ada kata-kata hampir mendekati 100%, jadi tidak mengklaim 100%,” tambahnya.
Berdasarkan data per 24 Maret 2026, seluruh pengungsi yang masih tinggal di tenda tersebut berasal dari Aceh, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Bireuen.
Sementara itu, di Provinsi Sumatra Barat dan Sumatra Utara, tidak lagi ditemukan pengungsi yang tinggal di tenda.
Tito menjelaskan, masih adanya pengungsi di Aceh disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kendala geografis di wilayah pedalaman seperti Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, yang menyulitkan pembangunan hunian sementara.
Selain itu, di Kabupaten Bireuen terdapat warga yang memilih tidak menempati hunian sementara.
“Mereka mau langsung dari tenda ke hunian tetap,” kata Tito.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan dua skema untuk mempercepat relokasi pengungsi, yakni melalui pembangunan hunian sementara (huntara) dan pemberian dana tunggu hunian (DTH).
Sebagian besar korban bencana saat ini telah memanfaatkan fasilitas tersebut, baik dengan menempati huntara maupun menyewa tempat tinggal menggunakan bantuan DTH.
Sementara itu, bagi warga yang masih berada di tenda, pemerintah tengah mempercepat pembangunan hunian sementara, khususnya di Desa Sekumur, agar seluruh pengungsi segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.












