Tuesday, June 25, 2024

Tips Psikolog untuk Ibu Agar Terhindar dari Baby Blues

Nukilan.id | Banda Aceh – Baby blues syndrome adalah kondisi di mana seorang ibu merasakan sedih, cemas, gelisah, mood swings, mudah kesal, mudah menangis, merasa sangat lelah, dan stress yang sulit dikendalikannya setelah ia melahirkan. Bahkan ada ibu yang mulai merasakan gejala baby blues saat kehamilan.

Gejala emosi dan pikiran ini bisa terjadi disebabkan kecemasan ibu akan proses melahirkan, kecemasan tentang siapa yang akan merawatnya, dan bayi setelah melahirkan. Bahkan ada yang gelisah mengenai kesiapannya untuk memiliki anak, merasa belum siap secara materi, dan berbagai sebab lainnya yang kadang hal itu tidak akan terjadi.

Walaupun penyebabnya sangat variative, namun hasil penelitian merangkum ada beberapa penyebab baby blues, yaitu : sulit beradaptasi dengan peran sebagai ibu; perubahan hormonal bisa saja menyebabkan perubahan mood, emosi, dan pikiran; kurang istirahat selama menjadi ibu; serta kemungkinan ada riwayat gangguan mental.

Dalam hal ini, Psikolog di RSUD Meuraxa Yusniar Idris mengatakan, baby blues memang tidak termasuk dalam gangguan mental, namun jika tidak diatasi akan sangat menggangu peran seorang ibu dalam mengasuh bayinya. Jika terus dibiarkan bisa saja nanti akan menjadi perilaku dan emosi yang menetap serta mengarah pada pembentukan gangguan mental tertentu, seperti depresi atau gangguan mental lainnya.

Bisa dicegah tidak ya? Yusniar menyebut bisa, yakni dengan mempersiapkan mental calon ibu untuk menjalani masa kehamilan, melahirkan, dan masa mengasuh anak. Kemudian, memberikan dukungan emosional dan memberikan rasa nyaman pada calon ibu bahwa kehadiran anak adalah sesuatu yang sangat istimewa. Kalaupun nantinya ada kesulitan, semuanya akan dihadapi bersama pasangan juga keluarga lainnya, primary support sangatlah penting.

“Pola hidup sehat dan makanan bergizi serta menghindari informasi toxic terkait peran ibu juga sangat dibutuhkan dalam mencegah hal tersebut,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Jumat (10/5/2024).

Ia juga menyampaikan, anak adalah amanah dari Allah Swt. sebagai sumber kebahagiaan sebuah keluarga. Kalau ada anak, orangtua bersemangat dalam mencari nafkah. Ibu pun akan semangat dalam berkreasi di dapur karena ada yang akan memuji enaknya masakan ibu laksana seorang chef. Sementara, para kakek dan nenek juga berbahagia karena masa tuanya tidak kesepian.

Yusniar menambahkan, usia anak hanya sesaat, tidak akan terasa lama jika kita mencatat sebagai momen bahagia dalam memori. Carilah setiap momen yang menyenangkan dan membahagiakan. Jika ada yang pahit dan berat itu adalah pelengkap agar kita tau yang manis itu seperti apa dan bisa memaknai rasa syukur. Nikmati peran sebagai ibu dan syukuri.

Saat terasa sangat lelah lahir batin, peluk anak agar baterai energi positif ibu dalam mengasuh kembali penuh. Walau anak masih kecil, tetap bentuk komunikasi dengan anak dengan bahasa yang sederhana dan saling menunjukkan “Kamu penting dalam hidupku”. Jika ada hal yang terasa berat di hati dan pikiran berbagilah dengan pasangan.

“Adakalanya seorang ibu hanya butuh berbagi cerita kelelahan, bukan meminta untuk dibantu,”pungkasnya.

Reporter : Auliana Rizky

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img