Takaran dan Kualitas BBM di SPBU Banda Aceh Diperketat Jelang Ramadan dan Idulfitri

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pengawasan terhadap kualitas serta ketepatan takaran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Banda Aceh diperketat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan perlindungan konsumen sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap distribusi energi.

Pengawasan dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Pemerintah Kota Banda Aceh melalui UPTD Metrologi Legal. Inspeksi terpadu tersebut menyasar beberapa lokasi, di antaranya SPBU Simpang Jam dan SPBU Lhong Raya, serta sejumlah pangkalan LPG 3 kilogram di wilayah Banda Aceh.

Kepala UPTD Metrologi Legal Kota Banda Aceh, Fikri, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan alat ukur dan dispenser BBM yang diuji berada dalam kondisi sesuai standar. “Berdasarkan pengecekan bersama, seluruh SPBU yang diperiksa telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dari Kementerian Perdagangan,” ujarnya.

Selain BBM, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap takaran tabung LPG 3 kilogram. Dari hasil inspeksi mendadak (sidak), berat tabung kosong maupun yang telah terisi dinyatakan sesuai standar dengan tetap memperhatikan batas toleransi yang diatur dalam regulasi. Distribusi LPG bersubsidi di Banda Aceh juga dinilai berjalan baik, baik dari sisi ketersediaan kuota maupun harga yang ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung.

Fikri menambahkan, berdasarkan pemantauan di lapangan, stok BBM dan LPG di Banda Aceh dan sekitarnya berada dalam kondisi relatif aman. Ia berharap situasi tersebut dapat terus terjaga hingga Idulfitri.

Sales Area Manager Aceh Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Misbah Bukhori, menegaskan bahwa pihaknya secara rutin melakukan monitoring untuk memastikan kualitas dan ketepatan distribusi energi kepada masyarakat. “Pengawasan ditingkatkan menjelang hari besar keagamaan agar distribusi tetap lancar,” katanya dikutip dari RRI.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyebut sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan instansi metrologi menjadi bentuk transparansi serta komitmen perlindungan konsumen.

“Kami juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan energi di Banda Aceh dipastikan aman dan terus dipantau secara berkala,” imbaunya.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News