NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah sopir taksi di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, mengeluhkan sepinya penumpang dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu sopir, Wahyudi, mengaku kondisi ini terjadi akibat berkurangnya jumlah penerbangan yang tiba di bandara tersebut.
“Sekarang sepi ya. Dalam sehari cuma ada tiga pesawat yang landing,” ujar Wahyudi kepada Nukilan.id, Kamis (6/3/2025).
Ia merinci penerbangan yang mendarat pada hari itu, termasuk dari Jakarta dan Malaysia.
“Tadi ada Garuda dari Jakarta, dari Malaysia AirAsia tadi siang, terus tadi sore ada juga dari Jakarta, Batik kalau tidak salah,” katanya.
Menurut Wahyudi, berkurangnya jumlah penerbangan berdampak langsung pada pendapatannya. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah penumpang yang datang ke Aceh jauh lebih banyak.
“Ya tentu pendapatan kita berkurang ya dari sebelum-sebelumnya, tahun lalu ramai yang ke sini kan,” ungkapnya.
Meski begitu, Wahyudi tetap optimistis kondisi ini akan membaik di masa mendatang.
“Enggak tahu kenapa, mungkin memang waktunya kali ya. Mudah-mudahan ke depan makin ramai yang ke Aceh,” harapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah penumpang penerbangan di provinsi ini pada Januari 2025 tercatat mencapai 35.050 orang. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 16,17 persen dibandingkan Desember 2024. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah penumpang justru mengalami peningkatan sebesar 9,30 persen.
Analis Pengelola Keuangan APBN Ahli Madya BPS Aceh, Haifa Sari, menjelaskan bahwa penerbangan domestik yang berangkat dari bandara di Aceh pada Januari 2025 mencapai 22.115 orang.
“Meskipun begitu, jika dibandingkan dengan Januari 2024, jumlah penumpang mengalami peningkatan sebesar 9,30 persen. Penerbangan domestik yang berangkat dari bandara di Provinsi Aceh pada Januari 2025 tercatat sebanyak 22.115 orang,” ujarnya saat penyampaian rilis bulanan di kantornya, Senin (3/3/2025) lalu.
Meski data menunjukkan kenaikan jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya keluhan dari sopir taksi bandara terkait minimnya penumpang. Para sopir berharap kondisi penerbangan di Aceh kembali ramai sehingga berdampak positif bagi pendapatan mereka. (XRQ)
Reporter: Akil