NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Agus Tanjung, melontarkan pernyataan tegas terkait maraknya isu ajakan makar dan narasi chaos yang berkembang di ruang publik. Ia menilai, fenomena tersebut bukan sekadar perbedaan pendapat, melainkan ancaman serius terhadap demokrasi dan keutuhan bangsa.
“Ini bukan lagi soal kritik atau kebebasan berpendapat. Ajakan makar adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap konstitusi dan upaya merusak tatanan negara. Tidak boleh ada toleransi terhadap gerakan yang ingin menyeret Indonesia ke jurang kekacauan,” tegas Tanjung.
Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi telah menyediakan ruang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara sah. Karena itu, segala bentuk mobilisasi yang mengarah pada delegitimasi pemerintahan secara inkonstitusional dinilai sebagai tindakan berbahaya yang harus ditolak bersama.
“Kalau ada pihak-pihak yang sengaja memainkan isu chaos, menyebar ketakutan, dan memprovokasi masyarakat, maka itu bukan gerakan moral, tapi agenda destruktif yang mengancam masa depan bangsa,” lanjutnya.
Tanjung juga mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak dalam propaganda politik yang menyesatkan. Ia menegaskan, IPNU akan berada di garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional serta melawan disinformasi.
Di sisi lain, ia menyoroti kondisi global yang tengah berada dalam tekanan akibat konflik geopolitik dan perang di berbagai kawasan. Dampaknya, kata dia, turut dirasakan oleh negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Harus diakui, dunia sedang tidak baik-baik saja. Krisis energi, gangguan rantai pasok, hingga ancaman resesi global adalah realitas yang dihadapi semua negara. Tapi di tengah situasi itu, Indonesia justru mampu menjaga stabilitasnya dengan cukup baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah strategis yang dinilai berpihak kepada masyarakat. Salah satunya adalah kebijakan menjaga stabilitas harga energi di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat gangguan rantai pasok global.
Menurut Tanjung, capaian tersebut menunjukkan bahwa negara hadir dan bekerja di tengah situasi global yang tidak menentu. Karena itu, upaya menggiring opini publik ke arah ketidakstabilan dinilai sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.
“Ketika pemerintah sedang bekerja menjaga stabilitas dan melindungi rakyat, justru ada pihak yang ingin merusaknya dengan narasi makar dan chaos. Ini harus dilawan, karena yang dipertaruhkan adalah nasib seluruh bangsa,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap tegas dalam menolak provokasi, memperkuat persatuan nasional, serta menjaga ruang publik dari narasi kebencian dan disinformasi.
“Jangan beri ruang bagi perusak bangsa. Indonesia tidak boleh mundur hanya karena ambisi segelintir kelompok. Kita harus berdiri tegak menjaga konstitusi, menjaga persatuan, dan memastikan masa depan bangsa tetap aman,” tutup Agus Tanjung.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



