NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kabar mengenai kembalinya Bupati Aceh Selatan nonaktif, Mirwan MS, untuk kembali menjalankan tugasnya mulai mendapat respons dari berbagai kalangan masyarakat. Sejumlah warga menilai momentum tersebut penting untuk mengembalikan stabilitas pemerintahan sekaligus memastikan agenda pembangunan daerah berjalan lebih optimal.
Berdasarkan informasi yang diterima A1 Nukilan.id, Mirwan dijadwalkan kembali aktif memimpin Kabupaten Aceh Selatan pada Senin (9/3/2026) setelah menjalani sanksi penonaktifan selama tiga bulan dari Kementerian Dalam Negeri.
Menjelang kepulangan orang nomor satu di Aceh Selatan itu, sejumlah kalangan mulai menyampaikan harapan terhadap arah kepemimpinan yang akan kembali berjalan secara penuh. Salah satu suara datang dari kalangan muda di wilayah selatan kabupaten tersebut.
T. Ridwansyah, mahasiswa asal Kecamatan Trumon Raya, menilai kembalinya Mirwan menjadi momentum penting untuk kembali menguatkan fokus pembangunan, terutama bagi wilayah-wilayah yang selama ini masih menghadapi berbagai persoalan mendasar.
“Tentunya kami merasa senang mendengar kabar Bapak Mirwan akan kembali memimpin Aceh Selatan. Momentum ini adalah kesempatan penting untuk memperkuat kembali arah pembangunan daerah, khususnya dalam menjawab berbagai persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah-wilayah pinggiran,” kata Ridwansyah yang juga Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon (HMP2T) tersebut.
Ia menilai kawasan Trumon Raya merupakan salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian lebih serius dari pemerintah daerah, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
“Untuk wilayah Trumon Raya, kami berharap beliau dapat menyelesaikan persoalan-persoalan infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu persoalan yang paling dirasakan masyarakat, lanjut Ridwansyah, adalah persoalan banjir yang hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah di kawasan tersebut. Menurutnya, penanganan banjir memerlukan langkah yang lebih sistematis dan berkelanjutan dari pemerintah daerah.
“Kebutuhan terhadap pembangunan infrastruktur pengendali banjir menjadi sangat mendesak, baik melalui pembangunan tanggul, normalisasi sungai, maupun sistem drainase yang lebih baik. Tanpa adanya upaya yang terencana dan berkelanjutan, banjir tahunan ini akan terus berdampak terhadap aktivitas masyarakat, pertanian, serta kondisi ekonomi warga,” tuturnya.
Selain persoalan banjir, Ridwansyah juga menyoroti masalah lain yang tidak kalah penting bagi masyarakat Trumon Raya, yakni keterbatasan jaringan telekomunikasi. Ia menyebutkan, hingga kini masih terdapat sejumlah wilayah di Kecamatan Trumon, Trumon Tengah, dan Trumon Timur yang kerap mengalami gangguan jaringan dengan durasi yang cukup lama.
“Hal ini tentu sangat berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari komunikasi sehari-hari, akses informasi, hingga kegiatan pendidikan dan ekonomi digital yang saat ini semakin berkembang. Dalam era digital seperti sekarang, ketersediaan jaringan telekomunikasi yang stabil seharusnya menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat di setiap daerah,” jelasnya.
Karena itu, Ridwansyah berharap kepemimpinan Mirwan yang akan kembali aktif dapat memberi perhatian lebih serius terhadap persoalan infrastruktur dasar di kawasan tersebut, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah pinggiran.
“Oleh karena itu, kami sebagai generasi muda berharap setelah kembali aktif memimpin, Bupati Mirwan MS dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Trumon Raya,” pungkasnya. (XRQ)
Reporter: Akil










