NUKILAN.ID | REDELONG – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bener Meriah pada akhir November 2025 lalu masih meninggalkan dampak serius, terutama terhadap sektor pendidikan. Salah satu lembaga pendidikan yang mengalami kerusakan berat adalah SMAS dan SMPS Terpadu Bustanul Ulum, yang hingga kini belum dapat menjalankan aktivitas belajar mengajar secara normal.
Kondisi tersebut disampaikan Kepala SMAS Bustanul Ulum, Jailani, S.Ag, saat menerima kunjungan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, bersama tim Humas pada Selasa (20/1/2026).
Jailani menjelaskan, banjir bandang disertai tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan parah. Letak sekolah yang berada di tepi aliran sungai dinilai sangat rawan terhadap bencana susulan.
“Pasca banjir, ada beberapa gedung yang tidak bisa lagi kami fungsikan. Lokasi sekolah kami berada di pinggir sungai, sehingga kami sangat khawatir akan adanya banjir susulan,” ujar Jailani.
Ia merinci, kerusakan terjadi pada berbagai bangunan vital, mulai dari gedung asrama siswa, ruang kelas, hingga kantor sekolah yang mengalami retakan serius dan dinyatakan tidak layak digunakan. Selain itu, bangunan laboratorium di bagian belakang sekolah juga terdampak longsor, termasuk jembatan penghubung menuju permukiman warga dan akses ke pusat kota.
“Musala putra juga tidak bisa kami manfaatkan lagi karena tangganya ambruk, besinya sudah rusak. Begitu juga dengan perumahan guru, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang administrasi, ruang guru, serta tiga unit ruang belajar, semuanya tidak bisa digunakan lagi,” jelasnya.
Tragedi banjir bandang tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga menelan korban jiwa. Seorang guru SMAS Bustanul Ulum dilaporkan meninggal dunia saat kejadian.
“Kami sangat berduka. Seorang guru kami, almarhum Sandika, meninggal dunia sekitar pukul 03.00 dini hari. Beliau terjebak di kamar mandi saat berupaya menyelamatkan siswa, hingga bangunan ambruk dan beliau terbawa arus banjir,” tutur Jailani.
Atas kondisi itu, pihak sekolah secara resmi mengajukan permohonan bantuan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk mendukung pembangunan ulang sekaligus relokasi sekolah ke lokasi yang lebih aman.
“Kami sangat berharap kepada Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk membantu kami dalam relokasi dan pembangunan kembali gedung SMAS dan SMPS Terpadu Bustanul Ulum. Agar proses pendidikan di dayah kami bisa kembali normal pasca bencana banjir bandang ini,” ungkapnya.

