Rektor USK Resmi Berangkatkan 1.050 Peserta Program Mahasiswa Berdampak ke Lokasi Bencana di Aceh

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Marwan, secara resmi melepas 1.050 mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak yang akan menjalankan pengabdian di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh. Pelepasan berlangsung di halaman Gedung Rektorat USK, Jumat (30/1/2026).

Dalam sambutannya, Prof. Marwan mengapresiasi komitmen mahasiswa dan dosen pembimbing yang terlibat dalam program pengabdian tersebut. Ia menegaskan, capaian USK yang berhasil meloloskan banyak proposal bukan hanya prestasi institusi, tetapi juga tanggung jawab besar untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita patut bangga karena USK berhasil memperoleh 21 proposal yang didanai. Capaian ini menempatkan USK sebagai perguruan tinggi dengan jumlah program terbanyak yang didanai dari 82 institusi pengusul. Namun yang lebih penting, kehadiran mahasiswa harus mampu memberikan dampak positif, membantu masyarakat, dan tidak menjadi beban bagi lingkungan sekitar,” ujar Prof. Marwan.

Rektor juga mengingatkan mahasiswa bahwa mereka akan ditempatkan langsung di wilayah bencana dengan berbagai keterbatasan. Karena itu, mahasiswa diminta mempersiapkan diri secara fisik dan mental, menjaga kesehatan, serta mengutamakan keselamatan selama menjalankan program.

Program pengabdian ini akan berlangsung selama 20 hari dan bertepatan dengan bulan Ramadan. Prof. Marwan berpesan agar mahasiswa tetap menjaga semangat pengabdian dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai proses pembelajaran untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes, menjelaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak merupakan program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Program ini mendorong mahasiswa terlibat aktif dalam pemberdayaan masyarakat, sejak pengusulan proposal hingga pelaksanaan di lapangan.

Menurut Prof. Mudatsir, dari 609 proposal yang diajukan secara nasional, sebanyak 203 proposal dinyatakan lolos pendanaan. USK berhasil meraih 21 proposal hibah, menjadikannya perguruan tinggi dengan jumlah proposal didanai terbanyak.

“Capaian ini merupakan hasil sinergi antara mahasiswa dan dosen pembimbing yang difasilitasi LPPM, dengan mahasiswa sebagai aktor utama pelaksana program di lapangan,” jelasnya.

Melalui program ini, mahasiswa memperoleh dukungan biaya hidup harian serta pengakuan akademik berupa konversi dua satuan kredit semester (SKS). Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam membantu menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.

Sebanyak 1.050 mahasiswa peserta program akan disebar ke tujuh kabupaten/kota di Aceh, yakni Aceh Tengah (2 kelompok), Aceh Timur (1), Aceh Utara (1), Bener Meriah (2), Bireuen (6), Gayo Lues (1), dan Pidie Jaya (8). Sebaran ini diharapkan mampu memperluas kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial.

Read more

Local News