Puluhan Ribu Warga Aceh Utara Masih Mengungsi, Sebagian Mulai Pulang Bersihkan Rumah

Share

NUKILAN.ID | LHOKSUKON — Jumlah pengungsi banjir di Kabupaten Aceh Utara terus mengalami penurunan signifikan. Hingga Selasa (12/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara mencatat masih terdapat 54.995 jiwa atau 16.201 kepala keluarga yang bertahan di pengungsian. Angka ini menurun drastis dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai sekitar 79.000 jiwa.

Plt Kepala BPBD Aceh Utara, Fauzan, menjelaskan bahwa para pengungsi kini tersebar di 160 titik pengungsian, menyusut dari sebelumnya 210 titik. Mereka berada di sejumlah kecamatan, yakni Baktiya, Cot Girek, Dewantara, Langkahan, Lapang, Muara Batu, Nibong, Sawang, Seunuddon, dan Tanah Jambo Aye.

“Tiga kecamatan jumlah pengungsi terbesar yaitu Kecamatan Langkahan 50 titik pengungsian, Sawang sebanyak 33 titik pengungsian, dan Kecamatan Tanah Jambo Aye sebanyak 54 titik pengungsian,” terangnya.

Sementara kecamatan lainnya kini hanya menyisakan antara satu hingga enam titik pengungsian per wilayah.

Seiring mulai surutnya air, sebagian warga yang terdampak banjir sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka fokus melakukan pembersihan lumpur dan sisa material banjir yang mengendap di dalam rumah dan fasilitas umum. Namun, masih banyak warga yang belum dapat pulang karena rumah mereka mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang hilang tersapu banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.

Di sisi lain, operasi pencarian korban yang hilang terus dilanjutkan. Fauzan menegaskan bahwa hingga kini enam orang masih dinyatakan hilang berdasarkan data kependudukan.

“Kami akan terus melakukan pencarian dengan tim gabungan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada kepala desa apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sekitar lokasi banjir.

“Intruksi bupati jelas agar operasi pencarian tetap berjalan. Buktinya hari ini saja kita temukan 14 orang korban banjir meninggal dunia. Sehingga total korban banjir per sore ini 245 jiwa” pungkasnya.

Read more

Local News