PSSI Aceh Perketat Pengawasan Kompetisi untuk Cegah Pelanggaran Regulasi

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan kompetisi, kejuaraan, dan turnamen sepak bola di seluruh Aceh guna mencegah terjadinya pelanggaran regulasi yang telah ditetapkan.

Sekretaris Umum Nazaruddin mengatakan regulasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola usia muda di Aceh.

“Kami ingin regulasi ini benar-benar diterapkan di lapangan, bukan hanya menjadi aturan di atas kertas. Perangkat pertandingan memiliki peran penting dalam memastikan setiap ketentuan berjalan sebagaimana mestinya,” katanya di Banda Aceh, Senin (8/6).

Sebelumnya, Asprov PSSI Aceh telah menegaskan bahwa setiap klub yang mengikuti berbagai turnamen sepak bola di Aceh wajib ditangani oleh pelatih berlisensi, minimal memiliki lisensi D.

Selain kewajiban memiliki pelatih berlisensi, PSSI Aceh juga mengharuskan setiap klub peserta turnamen memainkan minimal satu pemain muda kelahiran 2007 hingga 2010 dalam setiap pertandingan.

Ketentuan tersebut tertuang dalam surat resmi PSSI Aceh yang mulai berlaku pada tahun 2026. Regulasi ini diharapkan menjadi wadah pembinaan pemain yang dilatih oleh pelatih bersertifikat PSSI sehingga mampu melahirkan pesepak bola berkualitas yang siap bersaing di berbagai ajang kompetisi.

Aturan tersebut berlaku untuk seluruh turnamen sepak bola yang digelar di Aceh, baik yang diselenggarakan oleh PSSI kabupaten/kota, pemerintah daerah, maupun kelompok masyarakat, termasuk turnamen antarkampung (tarkam).

“Kami mengingatkan setiap dan panitia turnamen sepak bola di bawah rekomendasi PSSI Aceh serta PSSI kabupaten dan kota wajib menjalankan regulasi tersebut,” katanya.

Nazaruddin menegaskan bahwa seluruh perangkat pertandingan juga wajib menjalankan tugas sesuai regulasi organisasi yang telah ditetapkan. Pihak yang terbukti melanggar, mengabaikan, atau tidak menjalankan aturan tersebut akan dikenakan sanksi tegas.

“Kami juga memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan regulasi dalam setiap pelaksanaan turnamen, kompetisi maupun kejuaraan sepak bola, terutama yang mendapatkan rekomendasi resmi PSSI Aceh,” kata Nazaruddin.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya ditujukan kepada klub peserta, tetapi juga mencakup seluruh perangkat pertandingan, termasuk wasit, pengawas pertandingan, panitia pelaksana, serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi.

“Kami juga mengimbau semua asosiasi PSSI kabupaten kota di Aceh turut mengawasi pelaksanaan regulasi tersebut serta menyosialisasikannya kepada klub-klub peserta agar tidak terjadi pelanggaran,” kata Nazaruddin.

Saat ini, PSSI Aceh juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Kejuaraan Kelompok Umur Piala Soeratin 2026 yang akan mempertandingkan kategori U-13, U-15, dan U-17. Kompetisi tersebut menjadi salah satu agenda utama pembinaan pemain muda di Aceh.

“Kami ingin pembinaan berjalan berjenjang dan profesional. Karena itu, seluruh pihak harus mematuhi regulasi yang telah ditetapkan demi pembinaan, lahirnya pemain bertalenta demi prestasi sepak bola Aceh di masa mendatang,” kata Nazaruddin.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img

Read more

Local News