NUKILAN.ID | TAKENGON — Pramuka Peduli Kwartir Daerah Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus melaksanakan pendampingan psychosocial trauma-healing bagi anak-anak korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 17–19 Januari 2026, dengan menyasar anak-anak usia 12 tahun ke bawah yang terdampak langsung bencana.
Pendampingan dilakukan di sejumlah titik, yakni SD Negeri Yakin Kampung Rimba, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah; SD Negeri 1 Bintang, Kabupaten Aceh Tengah; serta Posko Pengungsian Desa Pantan Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Para relawan Pramuka Peduli mengajak anak-anak mengikuti aktivitas bermain, bernyanyi, menggambar, dan bercerita guna membantu memulihkan kondisi psikologis pascabencana.
Selain pendampingan psikososial, Pramuka Peduli Kwartir Daerah Aceh juga menyalurkan sebanyak 400 paket tas sekolah. Setiap paket berisi perlengkapan belajar seperti buku tulis, buku mewarnai, pensil warna, dan pulpen. Anak-anak juga menerima 400 paket snack yang terdiri dari makanan ringan, wafer, dan susu untuk mendukung kebutuhan dasar sekaligus menambah keceriaan selama kegiatan berlangsung.
Koordinator Tim Psychosocial Trauma-Healing Pramuka Peduli Kwartir Daerah Aceh, Kak Asrita, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pramuka Peduli dalam mendampingi anak-anak korban bencana secara menyeluruh.
“Kami berupaya menghadirkan ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak agar mereka dapat kembali tersenyum dan perlahan pulih dari pengalaman traumatis. Penyaluran perlengkapan sekolah ini juga diharapkan mampu memotivasi anak-anak untuk kembali bersemangat dalam belajar,” ujarnya.
Dalam penyaluran bantuan di SD Negeri 1 Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Ketua Harian Kwartir Daerah Aceh, Cut Bang Jufri, turut hadir dan menyerahkan bantuan secara langsung kepada anak-anak. Ia menegaskan bahwa kehadiran Pramuka Peduli merupakan bentuk kepedulian Gerakan Pramuka terhadap masyarakat terdampak bencana.
“Gerakan Pramuka tidak hanya hadir dalam pembinaan generasi muda, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat saat terjadi musibah. Penyaluran bantuan dan kegiatan trauma healing ini merupakan wujud nyata kepedulian Kwartir Daerah Aceh terhadap anak-anak korban bencana, agar mereka tetap memiliki harapan dan semangat untuk bangkit,” katanya.
Cut Bang Jufri juga menyatakan bahwa Kwartir Daerah Aceh akan terus mendorong kegiatan Pramuka Peduli yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam upaya penanggulangan dan pemulihan pascabencana.
Melalui kegiatan ini, Pramuka Peduli Kwartir Daerah Aceh berharap dapat berkontribusi positif terhadap pemulihan psikologis anak-anak korban bencana sekaligus memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam aksi-aksi kemanusiaan di Aceh. (XRQ)

