Wednesday, October 5, 2022

Praktik Ekonomi Politik

*Reza sumita dewi

Menyikapi Ekonomi dan Politik, apa yang pertama kali terlintas di pikiran ketika mendengar istilah ‘ekonomi politik’. Mungkin yang terbersit setiap orang adalah perpaduan antara ilmu ekonomi dan ilmu politik ataupun bagaimana kedua ilmu tersebut bisa saling mempengaruhi diantara keduanya.

Tetapi sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan ekonomi politik itu? Apakah hanya sekedar perpaduan ataupun hubungan dua bidang ilmu yaitu ekonomi dan politik? Ternyata, jika dikaji lebih lanjut, jawabannya lebih dari itu.

Istilah Ekonomi politik pada hakikatnya terdiri dari 2 suku kata, yaitu ekonomi dan politik. Ekonomi sendiri didefinisikan sebagai ilmu yang mengkaji tentang bagaimana caranya mendapatkan “kekayaan”. Sedangkan politik itu sendiri diartikan sebagai ilmu tentang bagaimana cara mendapatkan “kekuasaan”. Keduanya bidang ilmu ini saling terkait dan juga memiliki pengaruh satu sama lain. Dalam kajian ekonomi politik sendiri, ekonomi dan politik tentunya tidak dapat dipisahkan. Mengapa demikian? Dikarenakan Para pengambil keputusan atau yang biasa dikenal sebagai actor di bidang ekonomi dan juga pengambil keputusan di bidang politik, keduanya ini sangat saling terkait dan bergantung satu sama lain dan sudah pasti bahwa kedua actor ini merupakan pemeran utama dalam system ekonomi politik itu sendiri.

Seharusnya, bagaimana definisi ekonomi politik itu sendiri. Menurut Mochtar Mas’oed, ekonomi politik merupakan sebuah studi yang mengkaji keterkaitan antara fenomena politik dengan fenomena ekonomi, fenomena antara negara maupun fenomena pasar, fenomena antara lingkungan domestic maupun internasional, dan juga hubungan antara pemerintah maupun masyarakat (Mas’oed, 2008).

Secara sederhana, ekonomi politik didefinisikan sebagai ilmu mengenai relasi atau hubungan antara ekonomi dan politik. Ekonomi politik merupakan sebuah studi mengenai bagaimana seharusnya ekonomi dan politik itu bisa saling memberikan pengaruh dan berhubungan satu sama lain. Sebagai ilustrasi, ekonomi tanpa adanya  politik akan mengalami kesulitan dalam mengatur berbagai sistem regulasi maupun birokrasi ekonominya. Dan begitu halnya juga dengan politik yang membutuhkan ekonomi, karena jika politil berdiri tanpa ekonomi, system politik itu sendiri akan mengalami kesulitan dan bahkan kemungkinan terburuknya tidak bisa dilaksanakan sama sekali. Mengapa? karena pada dasarnya, politik akan membutuhkan modal ataupun suntikan dana yang notabene nya berasal dari ekonomi.

Menilik secara singkat, Istilah “ekonomi” diambil dari konsep Yunani yang berarti manajemen rumah tangga, sedangkan istilah “ekonomi politik” dimaksudkan sebagai manajemen tentang urusan ekonomi dalam sebuah negara. sejarah mengenai ekonomi politik berawal pada abad ke 18, pada abad ini, lahir sebuah konsep yang dinamakan konsep “ekonomi politk”. Hal tersebut ditandai dengan adanya pergeseran mengenai Istilah dari “ekonomi” menjadi “ekonomi politik”. Sebenarnya, kemunculan imu ekonomi politik ini memunculkan pro kontra mengenai tanggung jawab dari pejabat negara yang berkaitan dengan negara serta bertujuan membantu orang dalam memahami dan mengatasi perubahan dramatis dalam system pemusatan kebutuhan manusia, baik dengan memahami  sifat dari kebutuhan/keinginan maupun cara memproduksi serta mendistribusikan barang untuk memuaskannya.

Melihat lebih jauh mengenai praktik dari ekonomi politik. Praktik yang terjadi di Indonesia sangatlah banyak. Tidak hanya sekedar contoh sederhana berupa praktik ekspor ataupun impor, tetapi juga mengenai media ataupun pers. Pendekatan terhadap ekonomi politik mengenai media dapat dibagi dalam dua bagian pendekatan, yaitu pendekatan melalui ekonomi politik liberal (sebagar mainstream) dan juga pendekatan ekonomi politik kritis. Keduanya ini memiliki perbedaan prinsip, yaitu antara pendekatan liberal dan kritis yang terletak pada bagaimana aspek ekonomi politik media itu dipandang atau dilihat. Dalam pendekatan liberal, aspek ekonomi politik dapat dilihat sebagai bagian dari kerja dan praktek professional media itu sendiri. Iklan, pemodal dilihat sebagai instrument profesional dalam menerbitkan media. Akan tetapi Sebaliknya, jika dikaji dan ditinjau dari segi  pendekatan kritis, aspek ekonomi politik selalu dilihat dan dimaknai sebagai sebuah kontrol. Iklan dan juga pemodal bukanlah semata-mata dapat dilihat sebagai bentuk kerja dan praktek profesional, akan tetapi iklan dan pemodal itu adalah instrumen pengontrol, melalui mana kelompok dominan memaksakan dominasi kepada kelompok lain yang tidak dominan.

Struktur ekonomi politik terhadap media dalam pendekatan liberal juga semata dilihat dalam sebuah kerangka profesional. Bagian iklan atau pemilik media merupakan salah satu fungsi dari beragam fungsi dalam media. Sebaliknya dalam pendekatan kritis, beragamnya posisi dan ketidaksamaan posisi dalam sebuah organisasi media dapat menyebabkan terbentuknya atau terciptanya sebuah dominasi dalam satu kelompok kepada kelompok lain. Bagian iklan ataupun pemilik media dapat menjadikan kekuasaannya untuk mendominasi pihak tertentu misalnya untuk memaksa bagian redaksi agat memberitakan kasus-kasus yang menguntungkan pemilik media saja (Craig, 2005). Dari hal ini, dapat dilihat bahwa ekonomi politik menyentuh banyak aspek. Bahkan media yang selama ini kita lihat, konsumsi di kehidupan sehari hari juga tidak terlepas dari peran ekonomi politik. Di Indonesia, praktik seperti ini bukannya tidak terjadi. Praktik seperti ini banyak dilakukan oleh berbagai media yang mendukung sebuah pihak. Dalam hal ini, ekonomi politik berperan sebagai alat control.

Menurut literature yang say abaca, Golding dan Murdock menempatkan perspektif ekonomi politik terhadap juga media pada paradigma kritis. Golding dan Murdock juga berpendapat bahwa perspektif ekonomi politik kritis dapat berbeda dengan arus utama dalam ilmu ekonomi dalam hal holisisme, keseimbangan antara usaha kapitalis dengan intervensi publik; dan juga memiliki keterkaitan dengan persoalan-persoalan moralitas seperti masalah keadilan, kesamaan, dan juga kebaikan publik (public goods).

Adapun menurut pandangan Vincet Mosco (2010), dia memandang atau melihat ekonomi politik komunikasi dari dua sudut, yakni dari segi sudut pandang yang khusus (sempit) dan juga sudut pandang yang luas (general). Dari sudut pandang yang sempit, ditinjau bahwa ekonomi politik komunikasi dapat diartikan sebagai sebuah studi mengenai relasi sosial, khususnya mengenai relasi kekuasaan yang dapat saling berkaitan dalam sebuah sistem produksi, distribusi, maupun konsumsi dalam sumber daya komunikasi (Miller, 2008). Dari sudut pandang ini dapat disimpulkan bahwa berbagai produk dari hasil  komunikasi berupa media, seperti surat kabar, buku, video, film, dan khalayak adalah sumber daya utama kajian studi ekonomi politik.

Kembali lagi ke pembahasan utama, menurut definisi yang lebih luas, ekonomi politik  merupakan studi mengenai sebuah kontrol dan juga kelangsungan hidup dalam kehidupan sosial. Makna kontrol dalam studi ekonomi politik adalah pengaturan individu dalam sebuah organisasi sebagai anggota kelompok. Kelangsungan hidup (survival) berarti bagaimana orang memproduksi dan menghasilkan apa yang mereka butuhkan. Maknanya secara khusus mengacu bagaimana masyarakat mengorganisasi dirinya sendiri, mengelola urusan dan menyesuaikan; atau bahkan gagal untuk beradaptasi dengan perubahan yang tak terelakkan.

Kesimpulan nya adalah, ekonomi politik pada dasarnya merupakan studi mengenai. Bentuk dari ekonomi politik dapat dilihat dari berbagai kegiatan ataupun aktivitas yang dilakukan seperti ekspor dan sebagainya. Dan tidak hanya itu juga, ekonomi politik juga membawa pengaruh terhadap media dan perkembangannya. Sehingga tidak heran apabaila ekonomi politik menyentuh hampir segala aspek kegiatan bernegara.

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Syiah Kuala

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img