NUKILAN.id | Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menghadapi kebijakan tarif impor baru yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) mengungkap bahwa langkah-langkah tersebut mencakup perluasan mitra dagang, percepatan hilirisasi sumber daya alam (SDA), serta penguatan konsumsi dalam negeri.
Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi PCO, Noudhy Valdryno, menyatakan bahwa sejak jauh hari Prabowo telah mengantisipasi berbagai gejolak dalam kebijakan perdagangan global.
“Pemahaman mendalam tentang hubungan internasional dan perdagangan global menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia,” ujar Noudhy dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025).
Tiga Jurus Prabowo Hadapi Kebijakan Trump
Langkah pertama yang dilakukan Prabowo adalah memperluas mitra dagang Indonesia. Salah satu strategi konkret yang telah diterapkan adalah bergabungnya Indonesia ke dalam kelompok ekonomi BRICS. Keanggotaan ini dinilai memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional dan membuka peluang kerja sama lebih luas dengan negara-negara berkembang.
Kedua, pemerintah mempercepat hilirisasi SDA guna meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor Indonesia. Prabowo menargetkan agar SDA yang selama ini diekspor dalam bentuk bahan mentah bisa diolah lebih lanjut di dalam negeri.
“Salah satu contoh kesuksesan kebijakan hilirisasi adalah sektor nikel, di mana nilai ekspor nikel dan turunannya hanya mencapai US$ 3,7 miliar pada tahun 2014, melonjak menjadi US$ 34,3 miliar pada tahun 2022,” jelas Noudhy.
Sebagai bagian dari strategi ini, pemerintah meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Lembaga ini bertugas mempercepat hilirisasi SDA strategis di sektor-sektor utama, termasuk mineral, batu bara, minyak bumi, gas bumi, perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan.
Ketiga, Prabowo memperkuat daya beli masyarakat melalui berbagai program yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan 82 juta penerima manfaat pada akhir 2025.
“Selain itu, Presiden Prabowo juga akan mendirikan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa, membuka jutaan lapangan pekerjaan baru, dan mendorong perputaran uang di daerah,” tambahnya.
Respons Dunia Usaha
Kalangan pengusaha pun turut menanggapi kebijakan tarif impor baru AS ini. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Johnny Darmawan, menilai pemerintah perlu mempelajari dengan cermat barang-barang yang terdampak tarif impor sebesar 32 persen, serta mencari peluang ekspor ke negara lain.
“Supaya ini terjadi yang namanya trade balance,” kata Johnny.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggawira, mengimbau pemerintah untuk mempercepat perjanjian dagang dengan negara-negara Uni Eropa, Timur Tengah, dan Afrika guna mendiversifikasi pasar ekspor. Menurutnya, langkah ini penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasar Amerika Serikat.
Dengan strategi yang telah disiapkan, Prabowo optimistis Indonesia dapat menghadapi tantangan global, menjaga kestabilan ekonomi, dan memperkuat daya saing di pasar internasional.
Editor: AKil