POSTIM Gelar Halaqah Perbaikan Bacaan Al-Qur’an di Masjid Oman Selama Ramadan

Share

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ada pemandangan unik di Masjid Oman Al-Makmur saat bulan Ramadan. Selepas salat tarawih dan witir, sebagian jemaah tidak langsung beranjak pulang. Beberapa terlihat khusyuk membaca Al-Qur’an, sementara yang lain berkumpul di sekitar tiang-tiang masjid, mendekati para pengajar yang siap membimbing mereka memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Inilah program Halaqah Perbaikan Bacaan Al-Qur’an, yang diselenggarakan oleh Masjid Oman Al-Makmur bekerja sama dengan Pondok Studi Islam Mahasiswa (POSTIM).

Dalam amatan Nukilan.id, setiap malam setidaknya ada empat hingga lima pengajar yang siap membimbing jemaah. Program ini menarik perhatian banyak pihak karena memberikan kesempatan bagi jemaah, baik remaja maupun dewasa, untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an mereka secara gratis.

Ketua penyelenggara tahsin gratis POSTIM, Haiqal Al Fazal, S.H., menjelaskan bahwa program ini hadir karena kesadaran akan banyaknya umat Muslim yang masih kesulitan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

“Kami menyadari bahwa masih banyak Muslim yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, sehingga terjadi kesalahan-kesalahan dalam pengucapan dan tajwid,” kata Haiqal kepada Nukilan.id, Kamis (6/3/2023).

Haiqal menjelaskan bahwa tujuan utama dari halaqah ini adalah membantu jemaah memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka sesuai dengan kaidah tajwid. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan semangat belajar Al-Qur’an di bulan Ramadan, terutama bagi remaja dan orang dewasa yang ingin memperbaiki bacaan mereka.

“Tujuan utamanya adalah agar jamaah, terutama remaja dan dewasa, dapat memperbaiki bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid serta meningkatkan semangat belajar Al-Qur’an di bulan Ramadan,” ungkapnya.

Haiqal menerangkan bahwa halaqah ini menggunakan metode bertahap yang dimulai dengan memperbaiki bacaan surat Al-Fatihah. Setelah itu, jemaah akan membaca ayat-ayat pilihan yang ditentukan oleh pengajar atau yang mereka pilih sendiri. Jika ditemukan kesalahan dalam bacaan, pengajar akan langsung memberikan koreksi.

“Bagi peserta yang masih pemula, kami mengajarkan dari dasar, termasuk cara melafalkan huruf-huruf hijaiyah dengan benar,” tambah Haiqal.

Haiqal melihat bahwa program ini mendapat sambutan baik dari jemaah. Menurutnya, meskipun pendaftaran awal menunjukkan sekitar 30 orang yang mendaftar, jumlah jemaah yang hadir mengikuti bisa bervariasi.

“Dalam satu halaqah, biasanya ada sekitar enam orang yang dibimbing oleh satu pengajar. Setiap kali pengajian, satu pengajar bisa mengajar satu hingga enam orang,” jelas Haiqal.

Ia menambahkan bahwa program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada bulan Ramadan, tetapi juga bisa menjadi pemicu bagi jemaah untuk terus belajar setelahnya.

“Kami harapkan jemaah dan para peserta tidak hanya mencukupkan diri dengan program tahsin di bulan Ramadan ini saja. Semoga ini menjadi motivasi agar mereka tetap belajar setelah Ramadan, baik di kelas tahsin yang diadakan pihak lain maupun melalui program POSTIM sendiri,” pungkasnya.

Antusiasme jemaah terhadap program ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Dengan adanya bimbingan dari pengajar yang berkompeten, jemaah memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas bacaan mereka sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. (XRQ)

Reporter: Akil

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News