NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh menggelar kegiatan coffee morning sekaligus halal bihalal bersama insan pers di Banda Aceh, Senin (30/3/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi antara pengurus partai, anggota legislatif, dan para jurnalis yang selama ini berperan dalam menyampaikan informasi kepada publik serta menjalankan fungsi kontrol sosial.
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut dihadiri Ketua DPW PKB Aceh yang juga Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan M. Daud, sejumlah anggota DPRA dari PKB, jajaran pengurus wilayah, serta perwakilan media di Aceh.
Dalam sambutannya, Ruslan menyebut kegiatan ini sebagai momentum mempererat hubungan antara PKB dan insan pers, khususnya pasca-Idulfitri.
“Ini momentum silaturahmi setelah Lebaran. Kami ingin mempererat hubungan baik dengan teman-teman media yang selama ini menjadi mitra penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” kata Ruslan.
Ia menilai media memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat terkait berbagai kebijakan dan perkembangan di Aceh.
Ruslan juga mengapresiasi peran jurnalis yang selama ini mengawal berbagai isu pembangunan, termasuk program di sektor infrastruktur, kebencanaan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Pers adalah mitra strategis bagi pemerintah dan juga bagi partai politik. Melalui media, masyarakat bisa mengetahui apa yang sedang terjadi dan bagaimana arah pembangunan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Wilayah (Sekwil) PKB Aceh periode 2026–2031, Tgk Mujlisal, menekankan pentingnya fungsi media sebagai pengontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.
Ia mengingatkan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik.
“Media adalah pengontrol sosial. Karena itu, ketika datang suatu berita kepada kalian, maka sampaikanlah kebenarannya kepada publik,” ujar Mujlisal.
Ia menambahkan, sinergi antara partai politik dan media menjadi kunci dalam menciptakan iklim demokrasi yang sehat, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang transparan dan akuntabel.
Menurutnya, kegiatan coffee morning dan halal bihalal ini juga menjadi ruang dialog terbuka antara pengurus PKB dan jurnalis untuk bertukar pandangan terkait isu-isu yang berkembang di Aceh.
“Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin. Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga mitra yang membantu mengingatkan dan mengontrol jalannya pemerintahan maupun kebijakan publik,” katanya. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News







