Petani Maheng Optimalkan Sawah Tadah Hujan, Dukung Target Swasembada Pangan

Share

NUKILAN.ID | JANTHO – Upaya mendorong swasembada pangan nasional terus mendapat respons positif dari kalangan petani. Di Gampong Maheng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, para petani mulai mengoptimalkan pengelolaan sawah tadah hujan guna meningkatkan produksi padi.

Langkah ini dinilai sebagai solusi strategis di tengah keterbatasan irigasi teknis, terutama di wilayah yang sangat bergantung pada curah hujan. Optimalisasi tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong pemanfaatan maksimal potensi lahan pertanian demi menjaga ketahanan pangan nasional.

Di Aceh Besar, sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama kebutuhan pangan daerah. Dengan luas lahan sawah mencapai puluhan ribu hektare serta produktivitas rata-rata 5–6 ton per hektare, daerah ini dinilai memiliki kontribusi besar terhadap ketersediaan beras di Aceh.

Salah satu petani di Gampong Maheng, Nasri (45), mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah ketidakpastian cuaca. Ia menjelaskan, dengan luas lahan sekitar 200 hektare yang mengandalkan air hujan, risiko gagal panen cukup tinggi jika pengelolaan air tidak dilakukan dengan baik.
“Kami berharap air bisa dikelola dengan baik, sawah tadah hujan ini sangat potensial untuk meningkatkan produksi padi. Disini hampir 98% masyarakat adalah petani. Namun tantangan kondisi lahan pertanian tadah hujan seperti ini, petani sering mengalami gagal panen jika air tidak dikelola dengan baik,” kata Nasri saat ditemui di lokasi persawahan, Kamis (26/3/2026).
Ia juga menekankan pentingnya semangat gotong royong antarpetani dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, kerja sama dalam mengatur jadwal tanam dan distribusi air menjadi kunci untuk mendapatkan hasil panen yang optimal.
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News