NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Fasilitas pesawat simulasi manasik haji di Asrama Haji Kelas I Aceh resmi mulai beroperasi pada Ahad (15/2). Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyambut baik kehadiran fasilitas tersebut sebagai upaya meningkatkan kesiapan jamaah haji, sekaligus menyoroti mahalnya harga tiket penerbangan rute Aceh–Jakarta yang dinilai masih membebani masyarakat.
Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Direktur Utama Citilink, anggota DPR RI, unsur Forkopimda, serta jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Fadhlullah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah RI serta Garuda Indonesia atas dukungan dalam peningkatan layanan penyelenggaraan ibadah haji di Aceh. Ia menilai keberadaan pesawat simulasi dan Gedung A2 Grand Misfalah menjadi langkah penting untuk memperkuat kesiapan calon jamaah secara lebih maksimal.
“Fasilitas ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat strategis karena jamaah dapat merasakan langsung simulasi proses penerbangan dan prosedur keselamatan sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ujar Fadhlullah.
Menurutnya, pesawat simulasi tersebut merupakan wahana manasik pertama di Indonesia yang memanfaatkan badan pesawat asli sehingga mampu menghadirkan pengalaman yang lebih realistis. Sementara itu, Gedung A2 Grand Misfalah diharapkan meningkatkan kapasitas pemondokan dengan standar pelayanan yang lebih nyaman dan representatif bagi jamaah.
Selain mengapresiasi fasilitas baru tersebut, Fadhlullah juga menyinggung persoalan mahalnya tiket penerbangan dari Aceh menuju Jakarta. Ia menilai kondisi tersebut perlu segera dievaluasi karena perjalanan melalui Kuala Lumpur justru kerap lebih murah dibandingkan penerbangan langsung.
“Kami berharap maskapai dapat meninjau kembali kebijakan tarif serta membuka kembali rute Banda Aceh–Medan dan penerbangan langsung Aceh–Arab Saudi, khususnya untuk kebutuhan jamaah umrah,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan komitmen pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk terus meningkatkan pelayanan di Aceh, termasuk dalam sektor haji, umrah, dan transportasi udara.
Ia juga menyinggung sejarah panjang kontribusi Aceh bagi Republik Indonesia, termasuk pembelian pesawat Seulawah RI-001 yang menjadi cikal bakal lahirnya Garuda Indonesia. Dengan kekhususan Aceh yang diatur melalui undang-undang, pemerintah pusat diharapkan tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat daerah dalam setiap kebijakan nasional.


