NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Beredarnya pesan berantai di aplikasi percakapan dan media sosial memicu aksi panic buying atau pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di sejumlah wilayah Aceh.
Pesan tersebut mengimbau masyarakat untuk segera mengisi penuh tangki kendaraan, bahkan membeli BBM menggunakan jeriken. Akibatnya, banyak warga berbondong-bondong mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk membeli BBM dalam jumlah besar.
Manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga-Subholding Downstream, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa stok BBM untuk wilayah Aceh tetap aman.
“Saat ini penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal dan stok BBM wilayah Aceh dan wilayah Sibolga sekitarnya dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Fahrougi, Jumat (6/4/2026).
Fahrougi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama pesan berantai yang belum jelas kebenarannya.
“Jangan percaya pesan yang tidak jelas sumbernya,” kata dia.
Sementara itu, untuk mengantisipasi kepanikan warga, Kepolisian turut melakukan pengamanan di sejumlah SPBU. Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi mengatakan pihaknya telah menurunkan personel untuk memantau situasi di lapangan.
Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan di tengah isu yang beredar terkait kemungkinan terganggunya pasokan BBM ke Aceh akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
“Warga kami imbau tidak panic buying. Pembelian BBM hendaknya dilakukan sesuai kebutuhan seperti biasa,” kata AKBP Irwan Kurniadi.
Menurut Irwan, pihak kepolisian terus melakukan pemantauan di berbagai SPBU di wilayah Kabupaten Aceh Timur. Dari hasil pengawasan di lapangan, ketersediaan BBM hingga kini masih relatif aman dan belum ditemukan adanya gangguan distribusi yang signifikan.
Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang beredar di media sosial yang berpotensi menimbulkan kepanikan.
“Sudah kita pantau SPBU, hasilnya, stok BBM aman,” ujarnya.
Sebelumnya, fenomena panic buying BBM dilaporkan terjadi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, serta di Kota Sibolga, Sumatera Utara. Kepanikan warga dipicu oleh kabar yang menyebutkan bahwa cadangan bahan bakar Indonesia hanya cukup untuk sekitar 20 hari, serta kekhawatiran terhadap dampak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang tengah berlangsung.
Namun hingga saat ini, pihak Pertamina memastikan distribusi BBM masih berjalan normal dan stok untuk wilayah Aceh tetap tersedia sesuai kebutuhan masyarakat.










