Nukilan.id | Banda Aceh – Peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2024. CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah sebut pendidikan inklusif perlu perhatian khusus dan tidak bisa diremehkan.
Ia mengatakan, pendidikan inklusif adalah konsep yang penting dalam memastikan bahwa setiap individu tanpa memandang latar belakang atau kondisi mereka. Mereka juga memiliki akses yang sama terhadap pendidikan yang berkualitas. Meskipun sudah banyak kemajuan yang dicapai dalam hal ini, masih banyak juga tantangan yang dihadapi.
Salah satu permasalahannya adalah aksesibilitas. Menurutnya, masih banyak individu berkebutuhan khusus masih kesulitan dalam mengakses fasilitas pendidikan yang memadai, baik faktor fisik maupun sosial. Di sisi lain, stigma dan diskriminasi masih menjadi tantangan di persepsi masyarakat yang belum inklusif. Kemudian sumber daya juga menjadi masalah yang serius, terutama lembaga pendidikan di daerah terpencil mengalami keterbatasan dalam hal infrastruktur dan tenaga pendidik yang terlatih dukungan khusus dengan siswa disabilitas.
Oleh karena itu, hal yang dimaksud mengakibatkan ketidaksetaraan dalam pendidikan. Jadi, pendidikan inklusif ini tidak bisa diremehkan. Selain menjadi Hak Asasi Manusia (HAM), pendidikan inklusif juga membantu mengembangkan potensi maksimal setiap individu dan mengurangi stigma serta diskriminasi. Dalam masyarakat yang semakin beragam, pendidikan inklusif ini juga mempersiapkan siswa untuk hidup dan berkontribusi dalam lingkungan yang heterogen. Walaupun masih banyak tantangan yang dihadapi, upaya untuk mendorong pendidikan inklusif tetap menjadi prioritas.
“Hanya dengan kerja sama dan komitmen bersama dapat menciptakan lingkungan pendidikan inklusif yang ramah dan memberikan kesempatan ke semua individu,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Kamis (2/5/2024).
Aishah menyampaikan, Hardiknas hari ini bukan diperingati sebagai hari pendidikan saja, tetapi harus lebih memaknai apa di balik pendidikan ini. Dorongan-dorongan apa yang perlu digerakkan untuk memperbaiki dalam Bidang Pendidikan. Jadi, bukan hanya sekedar ceremony yang memperingati setiap tahunnya, namun lebih pada gerakan perubahan dalam dunia pendidikan.
Lanjutnya, dari riset dan juga observasi serta hasil ekspedisi SEA ke pelosok. Ia dan timnya menjumpai bahwa masih banyak sekali anak yang membutuhkan pendidikan yang layak. Jadi, harus dipastikan bahwa semua anak mempunyai akses terhadap pendidikan yang terjangkau, efektif, relevan, dan tersedia di wilayah mereka. Maka untuk memastikan semua pihak menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dalam pendidikan. Inklusif adalah proses meningkatkan partisipasi siswa dan meminimalkan keterpisahan dari budaya, kurikulum, dan komunitas sekolah setempat.
Ia juga menambahkan, ini adalah fakta yang kita saksikan sendiri dalam praktiknya. Anak berkebutuhan khusus bukan sekedar anak berkebutuhan khusus. Akan tetapi, mereka adalah yang mempunyai permasalahan dalam keluarganya, yang tersakiti, yang mempunyai permasalahan ekonomi, yang ditinggalkan oleh orang tuanya, yang dianiaya oleh orang-orang disekitarnya terutama anggota keluarganya.
“Jiwa mereka terluka sehingga menyebabkan mereka memiliki harga diri yang lebih rendah dibandingkan anak-anak lain serta menimbulkan masalah dalam kemampuan bersosialisasi dan belajar,” pungkasnya.
Reporter : Auliana Rizky



