PERHAPI Aceh Tutup Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026 Lewat Seminar Nasional di Kampus

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Aceh menggelar seminar nasional dalam rangka penutupan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Pertambangan Tahun 2026 melalui program PERHAPI Aceh Goes to Campus. Kegiatan tersebut berlangsung di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Jumat (13/2/2026) pukul 14.00–17.00 WIB.

Seminar secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry, Prof. Habiburrahim, S.Ag., M.Com., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah, dan pelaku industri dalam meningkatkan kesadaran keselamatan kerja di sektor pertambangan.

“Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik, regulator, dan industri dalam membangun kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja di sektor pertambangan,” ujarnya.

Seminar nasional tersebut menghadirkan narasumber dari unsur regulator, industri, dan organisasi profesi, yakni Said Faisal, ST, MT, Kepala Bidang Mineral dan Batubara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh; A. Haris, ST, Wakil Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Mifa Bersaudara; serta Ir. Rahmad Zahri, ST, MM, Ketua PERHAPI Aceh.

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan secara konsisten, peningkatan kompetensi tenaga teknik, serta penguatan budaya keselamatan (safety culture) pada seluruh tahapan kegiatan usaha pertambangan. Momentum Bulan K3 Nasional dinilai menjadi refleksi bersama untuk memperkuat komitmen menekan angka kecelakaan kerja sekaligus memastikan operasional pertambangan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketua PERHAPI Aceh menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis organisasi dalam menjembatani sinergi antara dunia akademik dan praktik industri pertambangan.

“Melalui program ‘PERHAPI Aceh Goes to Campus’, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman komprehensif mengenai tanggung jawab teknis, etika profesi, serta standar keselamatan kerja di sektor minerba,” katanya.

Antusiasme peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan praktisi menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu keselamatan serta keberlanjutan pertambangan di Aceh. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya praktik pertambangan yang aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Untuk diketahui, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) merupakan organisasi profesi yang mewadahi para ahli pertambangan di Indonesia dengan komitmen meningkatkan profesionalisme, kompetensi, serta kontribusi terhadap pembangunan sektor pertambangan nasional. (XRQ)

spot_img

Read more

Local News