Wednesday, August 10, 2022

Peran Mahasiswa Pendidikan untuk Meningkatkan Minat Anak Mempelajari Iqra’

*Oleh: Aura Lea Sutrisno

Pendidikan merupakan suatu usaha untuk merubah sikap tingkah laku seseorang dalam proses pendewasaan individu ataupun kelompok melalui pengajaran ataupun pelatihan. Pendidikan ini sangatlah penting bagi individu, karena seseorang tidak akan bisa diselingi dengan adanya suatu dukungan baik diri sendiri maupun orang lain.

Pola pendidikan tentu selalu mengalami perubahan, apalagi pendidikan pada era modern sekarang, dan ini tentu sangatlah jauh berbeda dengan pendidikan zaman dahulu, mana bisa dilihat tujuan bersekolah, akses pengajaran, sumber informasi, kurikulum, dan alat bantu belajar.

Pendidikan bagi seorang anak merupakan hal sangat penting untuk bekalnya kedepan, mungkin kita merasa heran ketika kita melihat bahwa perintah membaca Iqra’ ini ditujukan pertama kali kepada seseorang yang tidak pernah membaca suatu kitab apapun sebelum turunnya Alquran, bahkan tidak pandai membaca tulisan sampai akhir hayatnya.

Namun arti Iqra’ itu sendiri bacalah, ini diambil kata qira’atan artinya menghimpun. Sehingga arti asal ini dapat dipahami bahwa perintah membaca tersebut tidak mengharuskan adanya teks tertulis dibaca, tidak harus diucapkan hingga terdengar oleh orang lain.

Dengan meningkatkan dan mempelajari Iqra’ di anak usia dini, Warga Perumahan Cluster Permata Karawaci tepatnya di Kabupaten Tangerang membuka kegiatan Taman Pendidikan Al-quran (TPA) bernama Al-Baraqah. Sejak TPA Al-Baqarah ini didirikannya pada tanggal 1 Agustus 2017 silam, keinginan/minat anak-anak untuk membaca dan belajar Iqra’ ini terlihat sangatlah besar.

Mengenalkan Iqra’ pada Anak Usia Dini agar mengerti pentingnya mengaji dan anak-anak masih di bawah umur 5 tahun mengenal huruf-huruf hijaiyah di dalam Iqra secara baik dan benar maka hal tersebut dapat meningkatkan keimanan anak serta bisa memberikan dampak positif banyak seperti dapat meningkatkan kualitas ibadah seseorang secara perlahan sampai nanti ke jenjang lebih atas seperti juz amma ataupun alqur’an dan kemudian dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebaiknya memilih guru mengaji memiliki cara mengajarnya unik, seperti melakukan metode Al-Baghdady yaitu metode tersusun secara berur dan sebuah proses ulang huruf atau lebih kita kenal dengan seb metode “alif,ba,ta” dengan cara membuat metode seperti itu dapat meningkatkan ketertarikan anak untuk belajar terutama belajar Iqra’ agar lebih mudah.

Dengan mencari metode tepat maka dapat membuat anak merasa ingin terus mempelajari, atau juga dapat memilih guru memberikan cara belajar Iqra’ dengan metode bernyanyi. Biasanya dengan metode menyenangkan dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengingat apa diajarkan supaya mereka juga tidak akan merasa bosan. Anak usia dini atau sekolah dasar biasanya mengalami tingkat kebosanan lebih tinggi, dikarenakan pada dasarnya mereka masih ingin terus bermain.

Metode mengaji diberikan setiap umur berbedabeda. misalnya, untuk anak usia 5 tahun kebawah maka dapat melakukan dengan cara bernyanyi huruf hijaiyah, ataupun menggunakan metode Al-baghdady seperti di atas agar mereka dapat menghafal lebih cepat huruf-huruf hijaiyah.

Orang tua juga sebaiknya melakukan evaluasi pada anak anda, misalnya setiap seminggu sekali untuk melihat perkembangan mereka, dan disinilah minat baca iqra pada anak semakin berkembang, adanya anak gemar membaca iqra, menghafal huruf-huruf hijaiyah, adapun bernyanyi huruf-huruf hijaiyah.

Faktor penghambat pembelajaran Iqra’ adanya latar belakang anak-anak berbeda-beda, adanya keluarga yang membiasakan anak anaknya belajar membaca iqra di rumah dan ada yang tidak sama sekali. Kurangnya motivasi ini sangat menentukan keberhasilan belajar anak-anak, jika motivasi belajar merek baik maka hasil belajar mereka juga Akan terlihat baik.

Jika anda masih ragu dalam memilih guru ngaji maka sebaiknya anda menanyakan informasi terkait guru tersebut seperti apa sesuai dengan anak-anak kita tersebut, mungkin sebagian mereka akan menyarankan anda untuk mencari bimbingan belajar di Les Privat Mengaji.

Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Pendidikan Non Formal, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" manual_count_youtube="61453" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" facebook="nukilan.id" twitter="NukilanID"]

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img