NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sejumlah penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang terpaksa menanggung sendiri biaya pembersihan rumah yang tertimbun material banjir bandang. Biaya yang dikeluarkan bahkan mencapai jutaan rupiah.
“Saya membiayai sendiri dengan mengupah orang lain membersihkan rumah dari lumpur banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025,” kata Fauziah, penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang, yang dihubungi dari Banda Aceh, Senin.
Fauziah mengatakan dirinya harus mengeluarkan uang pribadi hingga Rp6 juta untuk membayar pekerja membersihkan lumpur yang menimbun rumahnya. Ia bersama keluarga tidak sanggup melakukannya sendiri karena ketebalan lumpur menutup hampir seluruh bagian rumah.
Rumah Fauziah yang berada di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi salah satu bangunan yang terdampak parah akibat banjir bandang pada akhir November 2025.
“Rumah kami tenggelam dan tidak terlihat lagi atapnya ada saat banjir bandang akhirnya November 2025. Saat selesai banjir, tersisa lumpur dalam rumah dengan ketinggian lebih dari dua meter. Plafon di seluruh bangunan rumah rusak semua,” kata Fauziah.
Ia juga mengaku hingga kini belum menerima bantuan stimulan untuk rumah rusak akibat bencana tersebut. Bahkan, dirinya belum mengetahui apakah namanya terdaftar sebagai penerima bantuan.
“Saat ini, kami sekeluarga tinggal menumpang di rumah kerabat. Kami belum dapat kembali karena selain dalam rumah masih tertimbun lumpur, jalan menuju ke rumah juga masih berlumur,” katanya.
Fauziah berharap pemerintah segera memberikan bantuan pembersihan lumpur di kawasan permukiman warga agar masyarakat bisa kembali menempati rumah masing-masing. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan karena banyak warga terdampak kehilangan harta benda akibat bencana.
“Kami hanya berharap bisa segera pulang, sama dengan keinginan masyarakat yang terdampak bencana lainnya di daerah ini. Apalagi menjelang bulan suci Ramadhan dan berharap menjalankan ibadah puasa di rumah sendiri,” kata Fauziah.


