NUKILAN.id | Singkil – CEO PT Riztia Karya Mandiri (RKM), H. Syuhaimi, mengajak pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan di Aceh Singkil untuk aktif berperan dalam pelestarian budaya lokal. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran seremoni Perayaan Budaya ke-4 Kabupaten Aceh Singkil di Desa Tanjung Mas, Simpang Kanan, Jumat (27/12/2024).
“Agar kebudayaan ini terus dipertahankan dan dilestarikan melalui berbagai event budaya, kami berharap pelaku usaha di sini dapat bersinergi, berkolaborasi, dan berdiskusi untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pengembangan budaya daerah,” ujar H. Syuhaimi kepada RRI.
Sebagai pengusaha kelapa sawit kelahiran Lipat Kajang, Aceh Singkil, 1 Januari 1965, H. Syuhaimi melihat potensi budaya lokal sebagai aset berharga yang harus dijaga. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya memberikan warna khas bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wujud tanggung jawab kolektif untuk mempertahankan warisan leluhur.
“Termasuk perusahaan-perusahaan di daerah ini, sudah seharusnya ikut berkontribusi dalam membangun dan melestarikan budaya lokal,” tambahnya.
Perayaan budaya ini, menurut H. Syuhaimi, merupakan langkah awal menuju persiapan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA). Ia optimistis, jika budaya lokal terus dipromosikan, Aceh Singkil dapat menunjukkan eksistensinya dalam melestarikan kearifan lokal di tingkat provinsi.
H. Syuhaimi yang juga pernah berkarier sebagai abdi negara di Kepolisian hingga pensiun, kini aktif mendorong inisiatif budaya sebagai bagian dari komitmen pribadi dan perusahaannya.
“Kalau bukan kita yang melestarikan budaya ini, siapa lagi?” tutupnya dengan tegas.
Acara Perayaan Budaya ke-4 di Desa Tanjung Mas ini diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan semangat pelestarian budaya di Aceh Singkil, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan dunia usaha untuk bersatu menjaga identitas lokal.
Editor: Akil