NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah bersama para pemangku kepentingan terus mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh. Hingga awal Februari 2026, pembangunan 4.401 unit hunian sementara (huntara) telah rampung di berbagai kabupaten/kota terdampak.
Kasatgaswil Aceh, Safrizal ZA, menyebutkan huntara tersebut tersebar di sejumlah daerah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 1.015 unit, disusul Kabupaten Aceh Tamiang 1.000 unit, Gayo Lues 530 unit, Aceh Timur 529 unit, dan Bener Meriah 455 unit.
Selain itu, pembangunan huntara juga dilakukan di Pidie Jaya 410 unit, Aceh Tengah 300 unit, Nagan Raya 70 unit, Kota Lhokseumawe 50 unit, Kota Langsa 30 unit, serta Kabupaten Pidie 12 unit.
“Pembangunan huntara telah rampung 4.401 unit atau setara dengan 26 % dari jumlah keseluruhan yang saat ini sedang dan akan terus dibagun sebanyak 15.956 unit. Pemerintah melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) akan terus mengawal sampai semua tercapai. Kita kebut dan terus percepat” ujar Safrizal.
Safrizal yang juga menjabat Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri ini menambahkan, percepatan pembangunan huntara berdampak langsung pada penurunan jumlah pengungsi yang masih menempati tenda-tenda darurat.
“Dampak dari semakin banyak Huntara selesai yakni jumlah pengungsi berkurang.
Menurut laporan Posko Transisi, jumlah pengungsi di Aceh terus menurun signifikan dan saat ini masih terdapat 74.120 atau 19.019 kepala keluarga yang masih tersebar di 986 titik pengungsian di 10 kabupaten/kota”. imbuh Safrizal, Kamis (5/2/2026) di Banda Aceh.
Dari sisi pemulihan ekonomi, Safrizal menyebut roda perekonomian masyarakat mulai bergerak. Tercatat 465 pasar rakyat di Aceh telah kembali aktif, sementara 641 rumah ibadah juga telah kembali difungsikan, menandai pulihnya aktivitas sosial dan keagamaan warga.
“Di sektor pembersihan lumpur, Kementerian PUPR dari 235 lokasi sasaran pembersihan di Aceh, sebanyak 129 lokasi telah selesai ditangani, sementara 106 lokasi lainnya masih dalam proses. Pembersihan ini menjadi fondasi penting untuk memulihkan permukiman, fasilitas umum, dan aktivitas ekonomi warga, termasuk Komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang sudah siap digunakan setelah sebelumnya terkena dampak yang parah” katanya.
Di sektor kesehatan, Safrizal memastikan seluruh fasilitas kesehatan terdampak tetap berfungsi. Sebanyak 146 fasilitas kesehatan dilaporkan terdampak bencana namun masih operasional. Dua puskesmas memberikan pelayanan di luar gedung, yakni Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara.
Sementara di sektor pendidikan, tercatat 1.204 fasilitas pendidikan terdampak, namun proses belajar mengajar terus diupayakan tetap berjalan. Pemerintah juga mempercepat pemulihan infrastruktur dasar, termasuk sarana air bersih dan sanitasi. Hingga kini, 614 sumur bor telah selesai dibangun, satu unit masih dalam proses, dan empat unit dalam tahap persiapan.
“Untuk fasilitas MCK, 46 unit telah rampung, sementara 26 unit lainnya masih dalam pengerjaan, guna menjamin kesehatan lingkungan masyarakat terdampak, Semoga semua dimudahkan, InsyaAllah jelang ramadhan ini progressnya terus signifikan”, pungkas Safrizal.

