NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Indonesia dilanda duka besar di penghujung 2025 setelah banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana tersebut menghancurkan rumah warga, fasilitas umum, serta menelan banyak korban jiwa.
Berdasarkan data BNPB per Minggu, 4 Januari 2026, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.177 orang.
“Kemarin rekapitulasi kita di-cut-off pukul 16.00 itu 1.167, hari ini bertambah 10 menjadi 1.177 jiwa meninggal dunia,” ujar Kepala Pusat Data dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Jumlah pengungsi tercatat 242.174 orang, sedangkan korban hilang sebanyak 148 orang, dengan rincian Aceh 31 orang, Sumut 43 orang, dan Sumbar 74 orang.
Presiden Prabowo Subianto telah beberapa kali meninjau langsung lokasi terdampak. Saat Sidang Kabinet Paripurna pada 15 Desember 2025, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah.
“Kita berdoa saudara-saudara kita segera bisa pulih dan kita bekerja keras untuk memulihkan keadaan sehingga rekonstruksi dan rehabilitasi bisa segera dimulai,” kata Presiden Prabowo.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah telah mencairkan dana awal sebesar Rp 268 miliar melalui Dana Kemasyarakatan Presiden.
“Ini program Pak Presiden, Rp 4 miliar per kabupaten atau kota. Itu sudah dicairkan semua,” ungkap Purbaya.
Selain itu, pemerintah menyiapkan dana siap pakai bencana Rp 1,51 triliun untuk digunakan BNPB, serta mengalokasikan Rp 51 triliun dalam APBN 2026 untuk rekonstruksi wilayah terdampak, ditambah DAK Rp 1,63 triliun.
Dalam percepatan pemulihan infrastruktur, pemerintah fokus pada perbaikan jalan, jembatan, listrik, dan fasilitas pendidikan. BNPB menargetkan pemulihan akses lintas provinsi hingga desa sepanjang 2026, sekaligus mengurangi risiko bencana susulan melalui normalisasi sungai.
Di sektor perumahan, pemerintah menyiapkan hunian sementara dan bantuan perbaikan rumah. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan skema bantuan untuk korban.
“Konsep utamanya untuk yang ringan dan sedang ini akan diberikan biaya dukungan sebanyak Rp15 juta untuk yang ringan, yang sedang Rp30 juta,” ujar Tito.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan tambahan berupa perabot Rp 3 juta per keluarga, bantuan ekonomi Rp 5 juta, serta bantuan lauk pauk Rp 15.000 per hari selama tiga bulan bagi keluarga terdampak.







