Pemerintah Aceh Desak Penyaluran Segera Bantuan Jaminan Hidup bagi Korban Bencana

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh mendesak pemerintah pusat agar segera menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad dalam rapat virtual yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Selasa (6/1/2026). Rapat itu turut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sekda Aceh M. Nasir, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Aceh mengusulkan skema bantuan komprehensif bagi korban bencana. Kepala keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat atau hilang diusulkan menerima bantuan tunai Rp8 juta, terdiri atas Rp3 juta untuk pengadaan perabot rumah tangga dan Rp5 juta sebagai modal pemulihan ekonomi.

Selain itu, Pemerintah Aceh juga menekankan pentingnya jaminan kelangsungan hidup bagi warga yang masih berada di pengungsian. Bantuan Jaminan Hidup (Jadup) diusulkan sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari atau setara Rp450 ribu per bulan. Sementara bagi keluarga korban meninggal dunia, diusulkan santunan duka sebesar Rp15 juta yang akan diserahkan langsung kepada ahli waris.

Dek Fad menegaskan bahwa bantuan jadup Rp450 ribu per bulan harus diprioritaskan bagi warga yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

“Bantuan jaminan hidup ini akan diberikan selama tiga bulan secara tunai kepada masing-masing kepala keluarga, disesuaikan dengan jumlah anggota keluarganya,” jelas Dek Fad.

Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir menambahkan bahwa bantuan tersebut sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup korban bencana pada masa pemulihan.

“Bantuan Rp450 ribu per orang setiap bulannya dinilai sangat dibutuhkan oleh korban untuk memenuhi kebutuhan pokok harian,” ujar Sekda Aceh, M. Nasir usai rapat.

Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyatakan pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut terhadap usulan Pemerintah Aceh. Ia menekankan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan.

“Kami akan pelajari terlebih dahulu. Pastinya, bantuan akan disalurkan dengan skema by name by address untuk memastikan semuanya tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” pungkas Gus Ipul.

Read more

Local News