Payung Raksasa Masjid Raya Baiturrahman Tak Terlihat saat Kunjungan Wisatawan di Peringatan 20 Tahun Tsunami

Share

NUKILAN.id | Banda Aceh – Payung raksasa yang menjadi ikon Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh kini hanya menyisakan rangkanya. Wajah khas Madinah yang selama ini melekat pada masjid bersejarah tersebut tidak lagi terlihat, menimbulkan kekecewaan bagi sejumlah wisatawan, terutama pada momen peringatan 20 tahun tsunami yang digelar di halaman MRB pada Kamis (26/12/2024).

Acara peringatan yang dihadiri oleh pejabat nasional, perwakilan negara sahabat, dan tamu penting lainnya itu menjadi ajang refleksi besar bagi masyarakat Aceh. Namun, absennya payung raksasa yang biasa menciptakan suasana teduh dan sejuk menimbulkan komentar beragam dari pengunjung.

“Saya datang jauh-jauh dari Medan bersama keluarga dengan harapan bisa berfoto di bawah payung seperti di Madinah, tapi ternyata payungnya tidak ada. Cukup kecewa juga,” ujar Randi, salah seorang wisatawan saat diwawancarai Nukilan.id pada Kamis (26/12/2024).

Meski demikian, tidak semua pengunjung mempersoalkan kondisi tersebut. Bagi sebagian wisatawan, Masjid Raya Baiturrahman tetap menjadi daya tarik utama Banda Aceh.

“Memang sayang payungnya tidak ada, tapi saya tetap terkesan dengan keindahan masjid ini. Banyak spot foto lain yang juga menarik,” kata Nia, wisatawan asal Jakarta.

Menurut informasi yang diterima Nukilan.id, payung dan marmer di pelataran masjid sedang dalam proses perbaikan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) Aceh. Proses ini dilakukan untuk memastikan kelayakan dan keamanan fasilitas masjid. Namun, beberapa pihak mempertanyakan waktu pengerjaan proyek tersebut yang bertepatan dengan agenda besar di Aceh, seperti peringatan dua dekade tsunami.

“Seharusnya perbaikan ini mempertimbangkan jadwal acara besar yang menarik kunjungan wisatawan, seperti peringatan tsunami. Bagaimanapun, Masjid Raya Baiturrahman adalah ikon Aceh,” kata Angga salah seorang pemerhati pariwisata.

Masjid Raya Baiturrahman, yang dibangun pada masa kolonial Belanda, tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga simbol kebangkitan Aceh pascabencana tsunami 2004. Keberadaan payung raksasa yang menyerupai Masjid Nabawi di Madinah telah menjadi daya tarik utama sejak diresmikan pada 2017.

Pemerintah diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan fasilitas masjid agar wajah Madinah di MRB segera kembali dan wisatawan tidak kehilangan momen berharga di destinasi ikonik ini. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News