NUKILAN.ID | MEULABOH – Penerimaan pajak dari sektor kendaraan bermotor masih menjadi salah satu andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Aceh Barat. Hal tersebut disampaikan dalam rapat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi PAD yang digelar di Ruang Rapat Teuku Umar Setdakab Aceh Barat, Senin, 19 Januari 2026.
Dalam rapat tersebut, Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan Samsat Aceh Barat, Awal Muhaddir SR, SE, MSi, memaparkan realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tahun 2025. Pemaparan dilakukan di hadapan Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).
Awal Muhaddir menyampaikan bahwa hingga akhir tahun 2025, realisasi penerimaan PKB dan BBNKB di Aceh Barat telah mencapai sekitar Rp21,8 miliar. Angka tersebut setara dengan 79,8 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp31 miliar.
Ia menilai, potensi peningkatan PAD dari sektor kendaraan bermotor di Aceh Barat masih terbuka lebar. Berdasarkan data Samsat, jumlah kendaraan yang beredar di wilayah tersebut mencapai sekitar 40 ribu unit setiap tahunnya, baik kendaraan baru maupun kendaraan bekas.
“Potensi kendaraan yang ada di Aceh Barat menjadi peluang utama dan terbesar dalam peningkatan PAD, khususnya dari sektor PKB dan BBNKB,” ujarnya.
Selain PKB dan BBNKB, Awal Muhaddir juga menyoroti peran penting opsen pajak kendaraan bermotor yang dibagikan kepada pemerintah kabupaten. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menerima porsi sebesar 66 persen dari setiap pembayaran pajak kendaraan bermotor dan BBNKB.
“Sebesar 66 persen dari setiap pajak kendaraan yang dibayarkan langsung disetorkan ke rekening PAD Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Untuk tahun 2025, total realisasi opsen yang diterima tercatat sekitar Rp11,33 miliar,” katanya.
Menurut Awal Muhaddir, capaian tersebut menunjukkan kontribusi yang cukup signifikan terhadap PAD Aceh Barat. Ia memproyeksikan, penerimaan dari opsen pajak kendaraan bermotor akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan di daerah tersebut.
“Ini menjadi pedoman bagi kita bahwa penerimaan dari opsen setiap tahun akan terus bertambah. Sumber PAD ini dapat disinergikan untuk peningkatan layanan publik, fasilitas daerah, serta program pembangunan lainnya di Aceh Barat,” ucapnya.

