Padat Karya Tunai Dongkrak Pemulihan dan Ekonomi Warga Pascabencana di Aceh

Share

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah (Kasatgaswil) Aceh, Safrizal ZA, mendukung penuh pelaksanaan program Padat Karya Tunai di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh. Program ini melibatkan sekitar 20 ribu warga dalam kegiatan pembersihan dan pemulihan lingkungan.

“Melalui kegiatan Padat Karya Tunai ini yang dibayar per hari, warga terdampak bencana banjir dan longsor mendapat penghasilan dan lingkungannya menjadi bersih, jadi solusi ganda, percepatan pemulihan pascabencana sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat”, kata Safrizal dalam keterangan resmi, Selasa (10/2/2026).

Menurut Safrizal, program yang berada di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini bukan hal baru di Aceh. Skema serupa pernah diterapkan saat tsunami 2004 melalui program cash for work untuk membersihkan dampak bencana. Ia mengajak masyarakat untuk bekerja maksimal agar hasilnya optimal.

“Alhamdulillah kegiatan Padat Karya Tunai ini diadakan di belasan wilayah terdampak banjir dan longsor. Bekerjalah secara serius sehingga ada dampak hasilnya” ajak Safrizal.

Satgaswil PRR Aceh juga mengapresiasi langkah Kementerian PU dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur melalui program tersebut.

“Pogram itu dalam ikhtiar percepatan rehab rekon yang diarahkan untuk pembersihan dan fungsionalisasi jalan lingkungan, pembersihan drainase, penanganan persampahan dan limbah serta pekerjaan air bersih” kata Kasatgaswil Aceh.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida menyebutkan bahwa pada tahun anggaran 2026 program Padat Karya Tunai di Aceh akan menyerap 20.394 tenaga kerja, terdiri atas 18.345 orang untuk Sumber Daya Air, 451 orang untuk Bina Marga, dan 1.598 orang untuk Cipta Karya.

“Saat ini, kegiatan Padat Karya Tunai yang sedang berjalan untuk kegiatan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan di Aceh Tamiang,” jelas Wida, Senin (9/2/2026).

Pendaftaran program telah dibuka sejak 4 Februari 2026 untuk wilayah Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan.

“Persyaratan pendaftaran antara lain mengutamakan warga setempat, pria, sehat jasmani dan rohani serta menyertakan KTP/KK atau Surat Keterangan Domisili dari Pak Keuchik/Reje/Datuk,” ungkap Wida.

spot_img

Read more

Local News