NUKILAN.id | Banda Aceh – Bulan Ramadan sering kali diidentikkan dengan penurunan aktivitas bisnis bagi sebagian pedagang. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi para pedagang di kawasan Kopelma Darussalam, Banda Aceh. Mereka justru tetap meraup keuntungan stabil sepanjang bulan suci ini.
Menurut sejumlah pedagang di kawasan tersebut, permintaan gorengan mengalami lonjakan signifikan selama Ramadan. Tradisi berbuka puasa dengan gorengan menjadi faktor utama meningkatnya permintaan makanan ringan ini.
Salim, seorang pedagang gorengan yang telah berjualan di Darussalam selama lebih dari 15 tahun, mengungkapkan bahwa selama Ramadan, penjualannya bisa naik hingga 50% dibandingkan hari biasa.
“Selama bulan puasa, gorengan seperti pisang goreng, tempe goreng, dan tahu isi laris manis. Kami harus menyediakan stok lebih banyak untuk memenuhi permintaan,” ujarnya kepada Nukilan.id pada Jumat (21/3/2025) dengan antusias.
Tak hanya jumlah penjualan yang meningkat, pola konsumsi pelanggan pun berubah. Menurut Salim, banyak pelanggan yang membeli dalam jumlah besar untuk berbuka puasa bersama keluarga atau untuk acara berbuka bersama di masjid.
Hal serupa juga dirasakan oleh Muji, pedagang batagor di kawasan tersebut. Ia mengaku bahwa Ramadan membawa berkah bagi usahanya dengan pendapatan yang bisa mencapai Rp1,4 juta per hari.
“Bulan puasa tentu berpengaruh. Tetap ramai. Alhamdulillah, omzet kita stabil,” ujar Muji.
Sementara itu, Leman, seorang pedagang minuman, mengatakan bahwa penjualannya selama Ramadan tidak jauh berbeda dari bulan-bulan lainnya.
“Kadang habis terjual semua, kadang sisa 10 cup. Sama saja seperti hari-hari biasa. Tapi Alhamdulillah, tetap untung dan tidak merugi,” tuturnya.
Dengan stabilnya omzet para pedagang di Kopelma Darussalam selama Ramadan, kawasan ini tetap menjadi pusat kuliner yang ramai dikunjungi warga untuk berburu takjil dan menu berbuka puasa. (XRQ)
Reporter: AKil