NTP Aceh Februari 2026 Naik Tipis, Daya Beli Petani Masih Terjaga

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026 sebesar 125,21 atau mengalami kenaikan tipis sebesar 0,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Data BPS menunjukkan, kenaikan NTP tersebut mencerminkan masih terjaganya daya beli petani di tengah dinamika harga di perdesaan. NTP sendiri merupakan indikator kemampuan tukar produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan bahwa peningkatan NTP pada Februari terjadi meski relatif terbatas.

“NTP Februari 2026 tercatat sebesar 125,21 atau naik 0,03 persen dibanding Januari 2026,” ujar Agus dalam laporan BPS, dirangkum Nukilan, Selasa (17/3/2026).

Secara tidak langsung, Agus menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dipengaruhi oleh penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang lebih besar dibanding penurunan indeks harga yang diterima petani (It). Kondisi ini membuat rasio NTP tetap mengalami peningkatan meskipun secara umum harga hasil pertanian menurun.

Berdasarkan laporan BPS, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2026 turun sebesar 0,14 persen. Penurunan ini terjadi hampir di seluruh subsektor, kecuali tanaman perkebunan rakyat dan peternakan.

Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) juga mengalami penurunan sebesar 0,17 persen. Penurunan ini disebabkan turunnya harga pada seluruh subsektor, termasuk komponen konsumsi rumah tangga dan biaya produksi.

Agus Andria menilai, kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga di sektor pertanian, namun belum berdampak signifikan terhadap daya beli petani. Ia menyebut, penurunan biaya yang ditanggung petani menjadi faktor penahan agar NTP tetap meningkat.

Selain NTP, indikator lain yakni Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga tercatat meningkat. Pada Februari 2026, NTUP mencapai 129,89 atau naik 0,05 persen dibandingkan Januari 2026.

Dari sisi subsektor, peningkatan NTP terutama terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat dan peternakan. Sebaliknya, subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perikanan mengalami penurunan. Data BPS menunjukkan subsektor peternakan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,21 persen, sementara hortikultura turun 1,41 persen.

Di sisi lain, perkembangan harga di perdesaan menunjukkan adanya deflasi. BPS mencatat deflasi perdesaan pada Februari 2026 sebesar 0,17 persen, yang dipicu terutama oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Terjadi deflasi di perdesaan sebesar 0,17 persen pada Februari 2026,” kata Agus.

Ia menambahkan secara tidak langsung bahwa penurunan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah, telur ayam ras, dan cabai rawit menjadi faktor utama deflasi di wilayah perdesaan.

Secara umum, BPS menilai kondisi pertanian Aceh pada Februari 2026 masih relatif stabil. Meskipun terdapat tekanan pada harga hasil pertanian, penurunan biaya yang dikeluarkan petani mampu menjaga keseimbangan daya beli di sektor tersebut. []

Reporter: Sammy

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News