NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Lembaga adat laut Panglima Laot Aceh melaporkan seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, terdampar di Sri Lanka setelah perahu motor yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin di Samudera Hindia.
Mengutip ANTARA, Panglima Laot Aceh Miftah Tjut Adek mengatakan, nelayan tersebut bernama Sadiqin, warga Meulingge, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.
“Sebelumnya, nelayan Pulo Aceh itu dilaporkan hilang pada 1 Februari 2026. Saat itu, Sadiqin melaut menggunakan perahu motor yang biasa disebut bot teptep,” kata Miftah Tjut Adek di Banda Aceh, Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima, perahu motor yang digunakan Sadiqin mengalami kerusakan mesin sehingga hanyut dan terbawa arus Samudera Hindia hingga ke Sri Lanka.
Setelah ditemukan, Sadiqin dilaporkan dievakuasi dan mendapat penanganan di rumah sakit di negara tersebut. Saat ini, ia berada di sebuah rumah sakit yang berjarak sekitar dua jam dari Kolombo, Sri Lanka.
Panglima Laot Aceh, lanjut Miftah, segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sri Lanka terkait informasi keberadaan nelayan asal Pulo Aceh tersebut.
Selain itu, Panglima Laot Aceh juga telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo.
“Kami juga sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Kelautan Perikanan Aceh terkait tindak lanjut penanganan nelayan Pulo Aceh yang hanyut tersebut yang kini berada di Kolombo. Kami juga mengupayakan pemulangannya,” kata Miftah Tjut Adek.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.










