Menhan Tinjau Pengerukan Muara di Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Jaga Masa Depan Warga

Share

NUKILAN.ID | JAKARTA – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pengerukan sedimentasi sungai pascabencana di wilayah Sumatera oleh Satgas Kuala merupakan langkah strategis untuk menjamin masa depan masyarakat terdampak.

Hal tersebut disampaikan Sjafrie usai meninjau progres pengerukan sedimentasi di Muara Kuala Peunaga, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (12/2/2026).

“Kita tidak hanya memperbaiki apa yang rusak, tetapi juga memastikan masa depan masyarakat menjadi lebih baik, baik dari sisi keamanan lingkungan maupun kedaulatan ekonomi,” kata Sjafrie, dikutip dari siaran pers, Jumat (12/2/2026).

Menurut Sjafrie, pengerukan sedimentasi di kawasan muara bukan sekadar upaya pemulihan pascabencana, melainkan juga bagian dari mitigasi untuk mencegah banjir serupa terulang di masa mendatang.

Langkah normalisasi muara dinilai dapat meningkatkan kapasitas tampung air di wilayah hilir. Dengan berkurangnya sedimentasi, aliran air dari hulu ke laut menjadi lebih lancar sehingga risiko luapan akibat pendangkalan muara yang selama ini kerap menahan air di kawasan permukiman dapat ditekan.

Selain memperkuat perlindungan dari ancaman banjir, normalisasi muara juga diyakini membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Kedalaman alur yang terjaga memungkinkan kapal keluar-masuk tanpa harus menunggu pasang tinggi atau khawatir kandas.

Akses yang lebih lancar dinilai dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya operasional, sehingga produktivitas nelayan turut meningkat.

“Langkah pengerukan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam merespons bencana secara holistik,” tegas dia.

Sebelumnya diberitakan, Sjafrie membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kuala pada Kamis (1/1/2026) sebagai respons atas pendangkalan sungai dan muara di wilayah terdampak bencana Sumatera.

Satgas tersebut dibentuk untuk mempercepat pengerukan kuala—muara dan pertemuan sungai—serta memanfaatkan sumber air di kawasan muara.

Pengumuman pembentukan Satgas Kuala disampaikan Sjafrie dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan kementerian/lembaga terkait di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.

“Sudah kita bentuk Satgas Kuala,” ujar Sjafrie dalam siaran pers yang diterima Nukilan.id, Jumat (2/1/2026).

Sjafrie menambahkan, pembentukan Satgas Kuala telah diputuskan setelah dilakukan koordinasi dengan pimpinan TNI.

spot_img

Read more

Local News