Menembus Medan Ekstrem, Prajurit TNI Pikul Material Jembatan untuk Warga Pedalaman Gayo Lues

Share

NUKILAN.ID | BLANGKEJEREN – Medan berlumpur, arus sungai yang deras, hingga akses yang sulit dijangkau kendaraan tidak menyurutkan semangat prajurit TNI untuk membangun infrastruktur bagi masyarakat pedalaman Aceh.

Demi membuka kembali akses warga yang terisolasi, prajurit TNI harus memikul material jembatan secara manual di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Jumat (10/7/2026).

Pengerjaan tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, bersama personel Kodim 0113/Gayo Lues, Batalyon TP 855/Raksaka Dharma, serta Yonzipur 16/Kodam Iskandar Muda. Mereka harus mengangkut material melintasi sungai dan menerobos jalan berlumpur setelah kendaraan pengangkut tidak mampu menjangkau lokasi pembangunan.

Pembangunan infrastruktur yang sedang dilakukan meliputi sejumlah jembatan penting, di antaranya jembatan Bailey di Desa Pintu Rime, Kecamatan Pining, jembatan perintis, jembatan beton, jembatan Aramco, hingga jembatan gantung sepanjang 70 meter. Kehadiran jembatan-jembatan tersebut diharapkan menjadi jalur utama yang mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran mengatakan, proses pembangunan terus dipercepat meski dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti cuaca ekstrem pada musim hujan dan lokasi pekerjaan yang berada di kawasan pedalaman.

“Medan yang berlumpur bahkan membuat sejumlah truk pengangkut material milik TNI terperosok, sehingga material terpaksa dievakuasi dan dipikul manual oleh para prajurit,” ujarnya.

Brigjen Ali Imran menegaskan, TNI siap menghadapi berbagai tantangan demi membantu masyarakat, khususnya warga di wilayah pedalaman Gayo Lues yang terdampak banjir.

“Sesuai perintah Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, melalui Dansatgas Jembatan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, kami mengerahkan prajurit jajaran TNI AD untuk terus menggenjot pembangunan ini. Targetnya agar aktivitas warga cepat lancar dan kembali normal,” ujar Brigjen TNI Ali Imran.

Sebelumnya, jembatan permanen yang menjadi akses utama masyarakat di kawasan tersebut putus akibat diterjang derasnya arus sungai saat banjir. Kondisi itu membuat warga, termasuk para pelajar, terpaksa menyeberangi sungai menggunakan jembatan darurat yang hanya terbuat dari tali tambang dan bambu.

Keberadaan jembatan darurat tersebut dinilai sangat berisiko terhadap keselamatan masyarakat. Karena itu, pembangunan jembatan baru diharapkan dapat memulihkan konektivitas antarwilayah, meningkatkan keamanan warga saat beraktivitas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedalaman Gayo Lues.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News