NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa 18 sekolah di Aceh masih menjalankan proses belajar mengajar di tenda akibat kerusakan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir dan longsor.
“Kita akan terus berupaya untuk menghadirkan sekolah darurat bagi siswa yang belajar di tenda. Pembangunannya akan dilaksanakan secepatnya,” ujar Abdul Mu’ti saat berkunjung ke Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2025).
Aceh menjadi provinsi dengan dampak kerusakan fasilitas pendidikan terbesar akibat bencana, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang. Dari total 2.756 sekolah terdampak, sekitar 90 persen atau 2.468 sekolah sudah kembali beroperasi, 18 sekolah masih menggunakan tenda, sementara 288 sekolah lainnya masih dalam proses pembersihan.
Dalam kunjungan tersebut, Kemendikdasmen menyalurkan bantuan berupa 2.000 school kit secara simbolis dari total 15.500 unit, 78 tenda, 100 ruang kelas darurat, 90.000 buku pelajaran, bantuan dukungan psikososial senilai Rp300 juta, serta Dana Operasional Pendidikan Darurat sebesar Rp11,29 miliar untuk Aceh.
Mendikdasmen juga meninjau proses revitalisasi sekolah di Aceh Tamiang dan Langsa, termasuk mengunjungi SDN 4 Langsa dan SDIT Muhammadiyah Langsa, yang turut dihadiri Wali Kota Langsa Jeffry Sentana.

