MDMC Muhammadiyah Terjunkan Tim Medis Spesialis ke Wilayah Terpencil Aceh Timur

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Relawan Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menerjunkan Tim Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan layanan kesehatan spesialistik kepada warga terdampak bencana banjir di wilayah terisolir Kabupaten Aceh Timur.

Pimpinan Tim EMT Muhammadiyah, dr M Irfan Rizaldy, mengatakan tim kemanusiaan terus berupaya memperluas jangkauan pelayanan hingga ke daerah yang sulit diakses.

“Kita menembus terus memperluas jangkauan layanan kemanusiaan hingga ke wilayah paling sulit diakses untuk memberikan layanan medis kepada masyarakat,” ujarnya dalam keterangan di Aceh Timur, Sabtu.

Dalam misi kemanusiaan tersebut, Tim EMT berhasil menjangkau Dusun Sarah Raja di Desa Sah Raja serta Dusun Sijuk di Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari. Daerah-daerah ini masih terisolir akibat dampak banjir yang melanda wilayah tersebut.

Layanan medis ini merupakan bagian dari misi MDMC DI Yogyakarta di Aceh Timur yang melibatkan tenaga kesehatan profesional dari sejumlah institusi, di antaranya RS PKU Muhammadiyah Sleman, RS AMC, PKU Bantul, PKU Gombong, serta Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

M Irfan menjelaskan, perjalanan menuju lokasi pengungsian di Dusun Sarah Raja menuntut perjuangan fisik karena medan yang tidak dapat dilalui kendaraan biasa. Mobilisasi tim dilakukan secara bertahap dengan menggunakan kendaraan 4×4 untuk melintasi jalur berlumpur, dilanjutkan motor trail berkat dukungan komunitas IMTRAX guna menembus jalan sempit dan licin.

“Karena akses darat terputus oleh sungai dan genangan air, tim kemudian menggunakan perahu untuk menyeberang sebelum melanjutkan perjalanan berjalan kaki menanjak menuju tenda-tenda pengungsian warga,” ujarnya.

Meski berada di lokasi terpencil dengan keterbatasan fasilitas, MDMC tetap menghadirkan layanan medis yang memadai, termasuk pemeriksaan oleh dokter spesialis kulit dan dokter umum. Kehadiran tim medis tersebut disambut haru oleh warga yang selama berminggu-minggu mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 86 pasien mendapatkan penanganan medis dengan keluhan yang didominasi penyakit kulit akibat buruknya sanitasi pascabanjir, infeksi saluran pernapasan, hipertensi, serta kelelahan ekstrem. Tim juga memberikan obat-obatan dan edukasi kesehatan kepada para pengungsi.

“Kondisi di sana cukup memprihatinkan, karena letaknya yang benar-benar terputus. Tapi, melihat semangat dari 86 pasien yang kami layani, rasa lelah tim terbayar lunas,” kata M Irfan.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa warga di pelosok, terdalam sekalipun tidak merasa sendirian dalam menghadapi musibah ini,” tegasnya.

Sebagai informasi, MDMC merupakan lembaga penanggulangan bencana di bawah Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak dalam mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta rehabilitasi pascabencana di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga saat ini, respons MDMC Muhammadiyah telah menjangkau lebih dari 900 warga di sejumlah daerah di Aceh Timur dan masih terus berlanjut melalui sistem rotasi relawan. Rotasi tim berikutnya dijadwalkan pada 19 Januari 2026 untuk memastikan layanan kesehatan serta pendampingan psikososial tetap berjalan hingga masa pemulihan berakhir.

Read more

Local News