Tuesday, July 23, 2024

Masjid Al-Jihad Gampong Jeulingke Salurkan 1000 Paket Daging Kurban

NUKILAN.id | Banda Aceh – BKM Masjid Al-Jihad bersama warga Dusun Jeulingke Indah dan sekitarnya melaksanakan ibadah kurban pada 10 Dzulhijjah 1445 H atau Senin (17/06/2024) di Area Mesjid Al-Jihad Gampong Jeulingke, Banda Aceh.

Ketua Panitia Kurban BKM Mesjid Al-Jihad, Adnan Abdul Majid, mengungkapkan rasa syukur atas meningkatnya partisipasi warga dalam berkurban tahun ini.

“Alhamdulillah, tahun ini jumlah sahibul kurban di lingkungan BKM Mesjid Al-Jihad meningkat menjadi 18 ekor sapi, dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 13 ekor sapi,” ujar Adnan Abdul Majid.

Dari 18 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang dikurbankan, BKM Mesjid Al-Jihad akan menyalurkan 1000 paket daging kurban kepada masyarakat setempat.

Adnan juga menyampaikan terima kasih kepada warga atas kepercayaan yang diberikan kepada Mesjid Al-Jihad sebagai tempat pelaksanaan dan penyaluran kurban.

“Terima kasih atas amanah warga yang telah memilih Mesjid Al-Jihad sebagai tempat pelaksanaan dan penyaluran kurban,” kata Adnan.

Pelaksanaan kurban ini turut mendapat dukungan dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH USK), sebagaimana diungkapkan Kepala Dusun Jeulingke Indah, Ronaldi.

“Untuk memastikan kesehatan hewan dan kelayakan konsumsi daging kurban, kita dibantu oleh Mahasiswa FKH USK,” ujar Ronaldi.

Ronaldi menyatakan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini sangat membantu dan mendukung pelaksanaan kurban.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada FKH USK. Pemeriksaan ini sangat membantu serta mendukung pelaksanaan kurban ini,” tambahnya.

Penanggung Jawab Supervisi Pemeriksaan dan Penyembelihan Hewan Kurban (SPPHK) dari UKM Himpunan Hewan Besar dan Ruminansia FKH USK, Zachrina Laina Fikri, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem pada hewan kurban di Mesjid Al-Jihad.

“Pemeriksaan yang dilakukan terhadap hewan kurban meliputi pemeriksaan antemortem dan postmortem untuk memeriksa kesehatan hewan kurban dan kualitas daging kurban,” kata Zachrina.

Zachrina juga menambahkan bahwa kegiatan mahasiswa ini dibimbing langsung oleh dosen atau dokter hewan, memastikan bahwa pemeriksaan sebelum dan sesudah pemotongan hewan kurban dilakukan dengan teliti.

“Sebelum dipotong, kami periksa apakah hewan layak atau tidak untuk disembelih. Setelah pemotongan, kami periksa kelayakan daging untuk dikonsumsi, termasuk apakah terdapat parasit dalam jeroan. Jika ada parasit yang berlebihan, kami akan sosialisasikan kepada masyarakat apakah daging tersebut layak dikonsumsi atau tidak,” pungkasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img