Wednesday, June 19, 2024

Manis dan Legit Cita Rasa Buah Langsat Varietas Indrapuri Sebagai Varietas Unggul Nasional dari Aceh

*Oleh: Habiburrahman, S.TP, M.Sc & Ir. Amrullah

Langsat dengan nama latin Lansium domesticum merupakan salah satu tanaman hortikultura yang bentuknya bulat berwarna kuning dengan beberapa bercak hitam. Langsat memiliki kandungan kalori dan vitamin yang cukup tinggi.

Dalam 100 gram buah Langsat, terkandung 70 kalori, 1 gram protein, 0,2 gram lemak, 13 gram karbohidrat, 0,7 gram mineral, 18mg kalsium, 9 mg fosfor, dan 0,9 zat besi. Tidak heran bila dalam hal kalori, mineral dan zat besi buah Langsat setingkat lebih tinggi dibandingkan Apel atau Jeruk.

Dilihat dari kandungan nutrisi yang sangat tinggi, maka buah Langsat banyak manfaat bagi manusia diantaranya untuk yang sedang menjalani proses diet, pencernaan lancar dan tenaga lebih tanpa harus mengkonsumsi banyak makanan, sebagai antioksidan yang berfungsi mencegah pertumbuhan sel kanker.

Bubuk bijinya pun dapat digunakan sebagai obat demam dengan cara menumbuk kemudian menyeduhnya di air panas untuk diminum. Bahkan, kulit batang kayu pohon Langsat dapat digunakan sebagai obat anti gigitan serangga.

Salah satu varietas langsat yang telah menjadi Varietas Unggul Nasional (VUN) adalah Varietas Indrapuri yang berasal dari Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh, dimana pada pertengahan bulan Desember 2022 ini Langsat varietas Indrapuri telah mulai dipanen dan dijual oleh pedagang buah khusus di Kecamatan Indrapuri.

Sedangkan selama ini banyak pedagang buah di Provinsi Aceh terutama Kota Banda Aceh disekitar pinggir jalan dan pasar – pasar buah banyak para pedagang buah memperjual belikan buah langsat dengan harga antara Rp 15.000 sampai dengan Rp 25.000 per kilogram.

Para pedagang buah pada umumnya menyampaikan buah langsat tersebut berasal dari kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar, sedangkan waktu konsumen buah sebelum membeli mereka bertanya dari mana buah langsat ini, penjual buah dengan sigap menjawab bahwa buah langsat ini berasal dari Indrapuri. Mendengar jawaban tersebut para konsumen buah pada umumnya tertarik untuk membeli dan setelah dikupas memiliki cita rasa buah manis dan legit.

Namun ironisnya tidak semua yang dijual memiliki rasa buah manis dan legit karena kondisi langsat indrapuri ini jumlah populasinya tidak terlalu banyak lagi sehingga banyak pedagang mencampur dengan langsat dari daerah lain sehingga apabila ini terus dibiarkan akan berdampak pada cita rasa yang ada pada langsat indrapuri tersebut terlebih Langsat varietas Indrapuri merupakan varietas unggul yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia pada tanggal 5 Maret 2007 dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 179/ Kpts/SR. 120/3/2007.

Langsat varietas Indrapuri memiliki keunggulan tekstur daging buah halus tidak berserat, cita rasa daging buah manis dan legit, berdasarkan hasil analisa laboratorium dimana kandungan air buah 80.2 %, kandungan gula 14,3 Brix, kandungan asam 2,3 ml KOH/asam, kadar vitamin C 0.003 mg, kandungan karbon hidrat 0,5 %, kandungan protein 4 %.

Apabila kita memperhatikan hasil analisa laboratorium dimana kandungan gula pada buah langsat varietas Indrapuri tinggi sehingga cita rasa buah termasuk dalam kelompok manis, tetapi buah langsat yang dijual oleh pedagang buah sekarang ini kemungkinan besar bukan buah langsat yang berasal dari varietas Indrapuri.

Langsat varietas Indrapuri merupakan plasma mutfah buah – buahan yang telah menjadi varietas unggul dimana Pohon Induk Tunggal ( PIT) berlokasi di Desa Ulee Kareng, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar dengan pemilik atas nama Almarhum Tgk, M. Jamal. PIT langsat varietas Indrapuri tersebut telah punah dan sekarang yang masih ada duplikat PIT.

Untuk melestrarikan langsat varietas Indrapuri maka sangat diperlukan perhatian dari kita semua terutama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama instansi terkait dalam rangka penyelamatan plasma nutfah langsat tersebut melalui program pengembangan dalam bentuk kawasan baik melalui skala kebun maupaun tanaman pekarangan apalagi kondisi pohon langsat yang sudah dimakan usia perlu untuk diremajakan kembali.

Untuk mendukung pengembangan kawasan diperlukan benih langsat varietas Indrapuri yang bersertifikat ( Na Berkat ). Produksi benih bersertifikat pada tanaman langsat hanya bisa dilakukan melalui perbanyakan dengan vegetatif ( okulasi, sambung pucuk dan cangkok ) sedangkan perbanyakan benih langsat secara generatif (biji ) belum diperkenankan.

Namun berbeda dengan Duku yang masuk 1 suku dengan langsat selain dapat diperbanyak secara vegetatif dapat juga diperbanyak secara generatif dimana pada tanaman Duku biji dihasilkan merupakan biji vegetatif ( Apomixis) sama dengan biji yang dihasilkan pada buah manggis.

Pernyataan biji vegetatif (apomixis ) pada tanaman Duku merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Fakultas Pertanian Universitas Jambi dan berdasarkan hasil penelitian ditemukan proses pembuahan pada tanaman Duku proses bersifat Apomixis, kemudian Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia dimana tanaman Duku ditetapkan kedalam kelompok tanaman yang dapat diperbanyak melalui biji vegetatif ( Apomixis).

Untuk mengetahui apakah biji yang dihasil oleh tanaman Langsat termasuk biji vegetatif (Apomixis) karena tanaman Duku satu famili dengan tanaman Langsat ( Famili Meliaceae ), maka kita sangat mengharapkan supaya para Peneliti dari kampus baik PTN dan PTS yang berada di Provinsi Aceh dapat berkenan melakukan penelitian terhadap proses pembuahan pada tanaman Langsat dimaksud.

Penelitian ini perlu dilakukan segera mengingat tanaman langsat melalui perbanyakan secara vegetatif melalui okulasi dan penyambungan (grafting) menurut pengalaman dari produsen/ penangkar benih dimana keberhasilan hasil perbanyakan sangat kecil sehingga untuk mendukung program pengembangan Langsat varietas Indrapuri.

Duplikat PIT Langsat Indrapuri kita harapkan mulai tahun 2023 ini sudah bisa diperbanyak benihnya agar kelestarian plasma nutfah dan volume buah langsat ini bisa diperbanyak karena secara kesehatan sangat bermanfaat untuk manusia sehingga petani juga akan memperoleh dampak nilai tambah untuk peningkatan perekonomiannya.

Penulis adalah Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPSBTPHP) Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh & Tenaga Ahli Distanbun Aceh/Pengobservasi Tanaman di BPSB Aceh.

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img