Mahasiswa USK Raih Juara Nasional Lewat Gagasan AI Berbasis Nilai Islam

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Di tengah perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dua mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan gagasan yang menempatkan aspek etika dan kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam pengembangan teknologi.

Mengutip SerambiNews, kedua mahasiswa tersebut adalah Untung Surapati dari Program Studi Pendidikan Dokter dan Riska Fadillah dari Program Studi Pendidikan Biologi, berhasil meraih Juara I Nasional pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) CSSMoRA ke-18 yang diselenggarakan Kementerian Agama RI di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Prestasi tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul BioJustice AI, sebuah konsep kecerdasan buatan yang dirancang tidak hanya memiliki kemampuan teknologi yang canggih, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip etika dalam penggunaannya.

Melalui inovasi tersebut, Untung dan Riska menawarkan solusi berbasis AI yang dapat membantu mendeteksi secara dini persoalan kesehatan mental serta degradasi moral yang semakin banyak dihadapi generasi muda pada era digital saat ini.

Bagi keduanya, keberhasilan meraih juara nasional tidak semata-mata tentang penghargaan atau pengakuan. Karya tersebut lahir dari keprihatinan terhadap perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, sementara kesiapan manusia dalam menghadapi dampaknya belum tentu berjalan seimbang.

“Kami ingin menunjukkan bahwa AI bisa dikembangkan dengan pendekatan yang lebih humanis dan adil. Teknologi seharusnya tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Untung.

Dalam penyusunan konsep BioJustice AI, mereka bekerja sama dengan tim serta dosen pembimbing untuk mengintegrasikan prinsip Maqashid Syariah ke dalam pengembangan teknologi. Prinsip tersebut menekankan perlindungan terhadap agama, jiwa, dan akal manusia yang dinilai relevan sebagai landasan etis bagi teknologi masa depan.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa USK dalam menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai yang mereka anut.

“BioJustice AI bukan sekadar karya tulis. Ini adalah gagasan besar tentang bagaimana teknologi seharusnya melindungi manusia, bukan sebaliknya. Mahasiswa kita berhasil memadukan sains, teknologi, dan nilai-nilai spiritual dalam satu konsep yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” katanya.

Ajang CSSMoRA ke-18 sendiri dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA, dan diikuti oleh delegasi perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.

Keberhasilan Untung dan Riska menempati posisi tertinggi dalam kompetisi tersebut menjadi bukti bahwa gagasan yang lahir dari Aceh mampu bersaing di tingkat nasional. Prestasi itu sekaligus memberikan harapan bahwa kemajuan teknologi dapat berkembang seiring dengan nilai etika, moral, dan kemanusiaan.

Keduanya berharap konsep BioJustice AI tidak berhenti sebagai karya ilmiah semata, melainkan dapat terus dikembangkan menjadi solusi nyata yang membantu generasi muda menghadapi berbagai tantangan sosial serta persoalan kesehatan mental di era digital.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img

Read more

Local News