Mahasiswa KKN USK Tuntaskan Program Kemendiktisaintek untuk Pemulihan Pascabencana di Geunteng

Share

NUKILAN.ID | MEUREUDU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) merampungkan Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Gampong Geunteng, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (28/2/2026). Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 21 hari, sejak 7 Februari 2026.

Program tersebut mengangkat tema “Penerapan Kompor Tekanan Tinggi Berbahan Bakar Minyak Jelantah dan Larutan Pembersih Kerak Hemat Air sebagai Solusi Energi dan Efisiensi Produksi Usaha Masyarakat Terdampak Bencana.” Fokus kegiatan diarahkan pada pemberdayaan warga melalui pemanfaatan energi alternatif ramah lingkungan serta peningkatan efisiensi produksi usaha lokal pascabencana.

Keuchik Gampong Geunteng, Usman, mengapresiasi kontribusi mahasiswa dan tim pengabdi yang dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Inovasi yang diperkenalkan sangat membantu masyarakat, khususnya dalam mendukung usaha kecil. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan silaturahmi tetap terjaga,” ujarnya.

Ketua Tim Pengabdi, Fachrizal Ambia, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi aplikatif guna mendukung pemulihan ekonomi warga terdampak bencana. Ia didampingi drh. Daniel, M.Si., Ir. Muhammad Resthu, S.Pt., M.Si., IPM., Dr. drh. Hamny, M.Si., serta drh. Lailia Dwi Kusuma Wardhani, M.Si.

“Kami mengapresiasi dukungan Keuchik, Sekretaris Desa, Tuha Peut, perangkat gampong, dan seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa dengan baik. Semoga inovasi kompor berbahan bakar minyak jelantah dan larutan pembersih hemat air ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” kata Fachrizal.

Selama pelaksanaan, mahasiswa tidak hanya menggelar sosialisasi dan pelatihan teknis, tetapi juga melakukan pendampingan penggunaan teknologi tepat guna bagi pelaku usaha. Kompor tekanan tinggi berbahan bakar minyak jelantah diharapkan mampu menekan biaya produksi, sementara larutan pembersih hemat air mendukung efisiensi operasional usaha.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam mendorong peran aktif perguruan tinggi berbasis riset dan inovasi untuk mempercepat pemulihan dampak bencana, khususnya di wilayah Sumatra. (XRQ)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News