Tuesday, July 23, 2024

Mahasiswa FKH USK: Hewan Kurban di Banda Aceh Sehat dan Aman Dikonsumsi

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hasil Supervisi Pemeriksaan dan Pemotongan Hewan Qurban (SPPHQ) oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (USK) di 51 titik wilayah Kota Banda Aceh menyatakan, hewan kurban di kota tersebut sehat dan aman dikonsumsi.

“Dapat disimpulkan bahwa sapi kurban di Banda Aceh ini tergolong yang sehat,” kata Ketua Panitia SPPHQ, Dani Solihin, di Banda Aceh, Selasa (18/6/2024) lalu.

Dani mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan postmortem, hanya terdapat beberapa parasit yang ditemukan pada hewan ternak kurban di Banda Aceh, yakni parampis dan paramphistomum, dengan jumlah yang tergolong normal.

“Parasit yang ditemukan tergolong ringan dan masih normal untuk dikonsumsi dengan catatan proses pemasakannya harus benar-benar matang hingga mendidih dengan suhu 100°C atau direbus selama lima menit,” ujarnya.

Pemeriksaan postmortem ini merupakan pemeriksaan kesehatan jeroan dan karkas setelah hewan disembelih yang dilakukan oleh petugas pemeriksa berwenang. Dani menambahkan, parasit pada ternak dapat muncul karena faktor makanan, obat-obatan, lingkungan, dan juga ada kemungkinan disebabkan oleh penyakit yang sudah menjangkiti ternak.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan USK yang tergabung dalam tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban Idul Adha 2024 memeriksa hati, limpa, dan jeroan di Banda Aceh, Aceh, pada Senin (17/6/2024).

Pemerintah Aceh mengerahkan tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang terdiri dari anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Aceh, ASN Dinas Peternakan, serta mahasiswa USK untuk memastikan kesehatan hewan kurban agar aman dikonsumsi manusia.

Dani menjelaskan, parasit biasanya ditemukan dalam saluran pencernaan ternak karena adanya proses fermentasi di lambung. Namun, jumlahnya tidak boleh terlalu banyak.

“Kalau tidak terlalu banyak, masih normal. Biasanya tidak normal kalau ditemukan di hati, dan tidak bisa dikonsumsi lagi,” jelasnya.

Kegiatan supervisi hewan kurban ini merupakan aktivitas rutin Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Hewan Besar dan Ruminansia (Himpersia) USK sebagai bentuk bakti sosial mahasiswa kepada masyarakat.

“Tujuannya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan pangan. Masyarakat sering kali masih awam mengenai kesehatan sapi, anggapannya yang penting bisa dimakan saja sudah boleh,” kata Dani.

Kegiatan SPPHQ ini melibatkan lebih dari 600 orang dari PDHI Cabang Aceh, Mahasiswa FKH USK, dan Dinas Peternakan Aceh. Dosen Pendamping SPPHQ, Ali Makmur, menyampaikan bahwa selain meninjau organ, pihaknya juga menilai cara pemotongan hewan kurban yang ternyata sudah memenuhi standar.

“Cara pemotongan sudah memenuhi standar Islam, mulai dari ketajaman pisau dan menghadap kiblat. Namun, kebersihan masih kurang. Seharusnya setiap desa memiliki RPH untuk menjaga kebersihan supaya tidak berceceran bangkai darah,” kata Ali Makmur.

Kegiatan pemeriksaan ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk selebgram Aceh yang menyumbangkan sapi kurban seberat 1,2 ton untuk warga Kota Banda Aceh. Semangat gotong royong dan kesadaran akan pentingnya kesehatan pangan menjadi kunci dalam suksesnya pelaksanaan kurban tahun ini di Banda Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img