NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Maraknya pergerakan narasi negatif yang dinilai sarat politisasi dan berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat Aceh Selatan menuai perhatian kalangan mahasiswa. Tokoh mahasiswa Aceh Selatan di Lhokseumawe, Naufal Syahputra Adha, angkat bicara menyikapi kondisi tersebut.
Naufal yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa Aceh Selatan–Lhokseumawe (IMAS-Lhokseumawe) menilai, penyebaran narasi negatif secara masif dapat berdampak serius terhadap stabilitas sosial dan politik daerah. Menurutnya, kondisi ini justru akan memperlambat proses perbaikan dan pembangunan Aceh Selatan.
“Narasi negatif yang berkembang tanpa dasar informasi yang jelas berpotensi memecah-belah masyarakat serta mengganggu stabilitas sosial. Jika hal ini dibiarkan, maka upaya perbaikan dan kemajuan Aceh Selatan akan ikut terhambat.” tegas Naufal.
Ia menekankan bahwa Aceh Selatan tidak membutuhkan kegaduhan yang berlarut-larut. Sebaliknya, suasana kondusif dan persatuan masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk mendorong kemajuan daerah.
“Aceh Selatan tak butuh kegaduhan. Apabila kegaduhan dibiarkan maka persatuan dan kemajuan daerah akan menjadi korban. Tentunya kami mahasiswa Aceh Selatan tak ingin ini terjadi sehingga kami merasa perlu hadir dalam memberikan penjelasan terkait hal ini. Sebagaimana fungsi mahasiswa adalah pengontrol sosial.” lanjutnya.
Lebih jauh, Naufal mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi negatif yang beredar. Ia mendorong masyarakat untuk meningkatkan literasi informasi dan bersikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima.
“Kami mengajak kepada masyarakat untuk mari menjadi pembaca yang cerdas dengan mengedepankan literasi informasi yang akurat agar terhindar dari narasi yang dapat memecah-belah dan mengorbankan masa depan Aceh Selatan.” tegasnya kembali.
Di akhir pernyataannya, Naufal juga menyerukan kepada seluruh mahasiswa Aceh Selatan agar aktif hadir di tengah masyarakat. Ia menilai, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi dan pemahaman yang konstruktif sebagai bagian dari peran agen perubahan.
“Kami mengajak seluruh mahasiswa Aceh Selatan yang merupakan intelektual muda dan generasi penerus bagi Aceh Selatan kedepannya untuk sama-sama mengedukasi masyarakat agar tak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi negatif sebagaimana ini juga adalah tuntutan dari fungsi mahasiswa itu sendiri.” tutup Naufal.

