Mahasiswa Aceh di Yogyakarta Desak Pemerintah Pusat Tetapkan Darurat Bencana Nasional untuk Aceh–Sumatra

Share

NUKILAN.ID | YOGYAKARTA — Mahasiswa dan pemuda Aceh yang menetap di Yogyakarta menyatakan kekecewaan terhadap lambannya respons pemerintah pusat dalam menghadapi kondisi darurat bencana yang melanda Aceh–Sumatra.

Mereka menilai keterlambatan tersebut menunjukkan minimnya perhatian dan sensitivitas terhadap penderitaan warga yang hingga kini masih terisolasi dan terdampak berat.

Dalam pernyataan resmi  yang diterima Nukila.id pada Jumat 28 November 2026, mereka menegaskan bahwa perkembangan situasi di lapangan menuntut tindakan cepat dan komprehensif dari pemerintah pusat guna memulihkan akses bantuan, mempercepat proses penyelamatan, serta memastikan penanganan bencana berjalan lebih terkoordinasi. Para mahasiswa dan pemuda Aceh kemudian menyampaikan lima tuntutan utama:

  1. Segera menetapkan status Darurat Bencana Nasional di Aceh–Sumatra.

  2. Mengirim bantuan logistik dan medis dalam jumlah besar secara terencana dan merata ke seluruh wilayah terdampak.

  3. Menurunkan tim respons cepat, termasuk SAR, BNPB, TNI–Polri, serta tenaga medis untuk mempercepat evakuasi dan penyelamatan warga.

  4. Menjamin komunikasi publik yang cepat, akurat, transparan, dan berempati agar masyarakat memperoleh informasi yang benar.

  5. Menindak tegas aktivitas penebangan liar di Aceh dengan mengusut seluruh jaringan pelaku karena dianggap menjadi salah satu pemicu terjadinya bencana.

Sebagai bentuk solidaritas, hari ini mahasiswa dan pemuda Aceh di Yogyakarta menggelar aksi penggalangan dana serentak di tujuh titik strategis kota, yaitu:

  • Tugu Jogja (Asrama Cut Nyak Dhien dan Asrama Meuligoe Iskandar Muda)

  • Perempatan Jalan Suroto (Asrama Meurapi Duwa)

  • Kawasan Taman Siswa (Asrama Sabena)

  • Perempatan UIN Sunan Kalijaga (KABY Aceh Besar)

  • Perempatan Jalan Magelang (Ipemah Lut Tawar)

  • Sekitar UPN Yogyakarta (IKMAB Bireuen)

  • Kawasan Jalan Imogiri Timur (Ikamara Aceh Tenggara)

Aksi ini digelar untuk membantu masyarakat terdampak bencana sekaligus menyampaikan pesan moral bahwa kondisi Aceh tidak boleh diabaikan.

Ketua Umum Taman Pelajar Aceh Yogyakarta, Muhammad Mufariq Muchlis, menegaskan bahwa kondisi Aceh saat ini bukan lagi bencana biasa, ini darurat kemanusiaan. Banyak warga kehilangan tempat tinggal, akses makanan terputus, layanan kesehatan terbatas, dan informasi tidak tersampaikan dengan baik.

“Pemerintah pusat tidak boleh menunggu situasi memburuk lebih jauh. Penetapan status Darurat Bencana Nasional adalah langkah minimal yang harus dilakukan saat ini,” ungkapnya.

Melalui rilis ini, pemuda dan mahasiswa Aceh di Yogyakarta berharap pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat luas memberikan perhatian serius serta dukungan nyata untuk keselamatan dan pemulihan Aceh–Sumatra. (XRQ)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News