NUKILAN.ID | JAKARTA – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) memastikan layanan listrik di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah pulih hampir sepenuhnya.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menyebut tingkat pemulihan listrik kini mencapai 99,90 persen. Ia menegaskan bahwa listrik merupakan infrastruktur vital yang berperan penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta mempercepat pemulihan ekonomi.
“(Pemulihan) Listrik kami bisa katakan 99,90 persen. Karena ada daerah terisolir yang jalannya longsor, sehingga belum dapat saluran listrik, tapi (warga) sudah diberikan genset. Ini penting, listrik sangat krusial. Terima kasih kepada Menteri ESDM dan PLN,” ujar Tito di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Berdasarkan data Satgas PRR per 6 April 2026, kondisi kelistrikan di Aceh dan Sumatera Barat telah pulih 100 persen. Hal ini menunjukkan koordinasi lintas sektor berjalan efektif dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dasar.
Sementara itu, di Sumatera Utara, proses pemulihan masih terus berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Tercatat 54 pelanggan di dua desa, yakni Desa Siantar Naipospos dan Desa Pardomuan Nauli, belum sepenuhnya teraliri listrik akibat akses yang terputus.
Meski demikian, kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi melalui bantuan genset portable dari PLN sebagai solusi sementara.
Upaya perbaikan jaringan terus dilakukan, termasuk pembangunan jaringan tegangan menengah sepanjang 17,5 kilometer serta pemasangan empat trafo berkapasitas masing-masing 50 kVA.
Hingga kini, progres pembangunan telah mencapai 77,82 persen atau sekitar 13,62 kilometer. Pekerjaan tersebut kembali dipercepat setelah periode Lebaran 2026.
Satgas PRR juga tetap siaga terhadap potensi gangguan susulan. Banjir yang terjadi pada 19 Maret 2026 sempat menyebabkan pemadaman di wilayah Tapanuli Utara, dengan empat gardu listrik terdampak dan 54 pelanggan mengalami gangguan.
Namun, penanganan cepat di lapangan mampu meminimalkan dampak yang terjadi.
Pemulihan sektor ketenagalistrikan menjadi fondasi penting dalam mengembalikan aktivitas masyarakat ke kondisi normal. Dengan listrik yang kembali pulih, layanan publik, kegiatan ekonomi, hingga aktivitas sosial dapat berjalan lebih optimal.
Satgas PRR menegaskan akan terus mengawal proses pemulihan hingga seluruh wilayah terdampak benar-benar pulih, dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN seperti PLN menjadi kunci utama.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News







