NUKILAN.ID | Idi Rayeuk – Sebanyak lima nelayan asal Aceh Timur yang sempat ditahan di Thailand dijadwalkan akan dipulangkan ke tanah air. Mereka merupakan anak buah kapal (ABK) KM New Raver yang telah menyelesaikan proses hukum di Thailand.
Pemulangan direncanakan berlangsung pada Rabu (3/9/2025) sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Dari Bandara Phuket, Thailand, para nelayan akan diterbangkan ke Bandara Kualanamu, Medan, sebelum dijemput oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk dipulangkan ke rumah masing-masing.
Kelima nelayan tersebut adalah Muhammad Fajar, Dedi Saputra, Safriadi, M. Muklis, dan Maiyeddin. Mereka berasal dari Desa Seuneubok Baroh, Kecamatan Darul Aman; Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk; serta Buket Rumiya, Kecamatan Idi Tunong.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyambut baik rencana kepulangan warganya itu.
“Alhamdulillah, lima nelayan kita yang sempat menjalani proses hukum di Thailand kini bisa kembali ke kampung halaman,” ujarnya kepada Nukilan, Sabtu (30/8/2025).
Menurut Al-Farlaky, kepulangan ini tidak hanya menjadi kabar gembira bagi keluarga nelayan, tetapi juga menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dalam memberikan dukungan penuh terhadap warganya yang menghadapi persoalan hukum di luar negeri.
Ia menegaskan, pemerintah daerah merasa bertanggung jawab untuk hadir sejak awal, mulai dari pendampingan hukum, komunikasi dengan pemerintah pusat dan otoritas Thailand, hingga memastikan kepulangan mereka berlangsung aman. Ia juga mengingatkan agar pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi nelayan Aceh.
“Kami berharap para nelayan selalu mematuhi aturan, terutama terkait batas wilayah penangkapan ikan,” ujarnya.
Sementara itu, masih terdapat 13 nelayan Aceh Timur lainnya yang menjalani sisa masa hukuman di Thailand. Mereka diperkirakan akan bebas sekitar tujuh bulan ke depan, atau selesai proses hukum pada Desember 2025.
Al-Farlaky menambahkan, pemerintah daerah akan terus melakukan pendampingan hingga seluruh nelayan yang masih ditahan bisa kembali berkumpul dengan keluarga. Ia memastikan komunikasi dengan otoritas terkait akan tetap dijaga agar proses pemulangan berikutnya berjalan lancar dan tanpa hambatan. []
Reporter: Sammy