NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tradisi buka puasa bersama atau bukber telah menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen menikmati hidangan berbuka, tetapi juga ajang berkumpulnya keluarga, sahabat, dan rekan kerja setelah seharian menjalankan ibadah puasa.
Di balik suasana kebersamaan tersebut, bukber sejatinya memiliki makna yang lebih luas. Jika dilakukan dengan niat yang baik, kegiatan ini dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial sekaligus meningkatkan nilai ibadah.
Untuk menggali lebih jauh makna tradisi ini, Nukilan mewawancarai Ustaz Miswal mengenai peran bukber dalam memperkuat ukhuwah dan menambah pahala di bulan suci Ramadan.
Menurut Ustaz Miswal, salah satu manfaat utama bukber adalah menghidupkan kembali hubungan sosial yang mungkin sempat renggang.
“Yang pertama bisa menghidupkan ukhuwah Islamiyah. Jadi teman lama bertemu kembali, mungkin relasi dan hubungan yang renggang bisa diperbaiki dengan adanya Bukber tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan, suasana Ramadan yang penuh keberkahan sering menjadi momentum bagi banyak orang untuk menyambung kembali silaturahmi yang sempat terputus. Selain mempererat hubungan, bukber juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan kebaikan.
“Yang kedua sebagai sarana dakwah. Bukber itu bisa diisi dengan tausiah singkat atau dengan tilawah atau juga dengan saling mengingatkan satu dengan yang lainnya,” sebutnya.
Menurutnya, kegiatan seperti tausiah singkat atau membaca Al-Qur’an sebelum berbuka dapat membuat suasana bukber menjadi lebih bermakna dan bernilai ibadah. Ustaz Miswal juga menilai tradisi ini dapat menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.
“Lalu yang ketiga, Bukber sebagai sarana melatih kedermawanan. Jadi orang berlomba-lomba memberi makanan berbuka, mentraktir kan gitu,” jelasnya.
Semangat saling memberi dalam kegiatan bukber, kata dia, mencerminkan nilai utama Ramadan, yakni memperbanyak amal dan membantu sesama. Pada akhirnya, ia menegaskan bahwa bukber akan memiliki nilai lebih apabila diisi dengan aktivitas yang membawa kebaikan.
“Dan terakhir, menghidupkan suasana Ramadan. Jadi kalau bukber ini dilakukan dengan perbuatan yang baik, dia bukan hanya sekedar makan bersama tapi menjadi majelis kebaikan,” pungkasnya.
Dengan demikian, bukber tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, menyebarkan dakwah, dan menumbuhkan semangat berbagi yang menjadi ruh utama Ramadan.










